Tugas Integrated Life Skill Program BDI PHM



Akhir Zaman 




Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Baru saja kemarin pada halaqah liqo (taklim kecil) bertempatan di lapangan depan gedung rektorat, Lutfi berkesempatan membaca terjemahan Q.S Al-Hajj ayat 1-5 dan tilawah oleh teman saya.
Sumber : (ibnothman.com)


Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Al-Hajj 22:1)

Ayat 2

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (Al-Hajj 22:2)

Ayat 3

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَٰنٍ مَّرِيدٍ
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat, (Al-Hajj 22:3)

Ayat 4

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka. (Al-Hajj 22:4)

Ayat 5

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al-Hajj 22:5)

1.                KIAMAT
Kiamat merupakan hari dimana kehidupan dunia ini berakhir. Kiamat sudah pasti akan datang, sudah pasti akan terjadi, pondasi atas rasa yakin kita sebagai mukmin yang termaktub dalam rukun iman, dan terkait  kapan kiamat itu? hanya Allah Subahanahu Wa'tala, Sang Maha Pencipta alam semesta yang Maha Mengetahui. Di dalam kitab suci Al-quran banyak sekali surat dan ayat yang menjelaskan bagaimana kiamat itu. Di sini Lutfi melihat dari sisi surah al hajj, yang mana pada ayat 1-2 tergambarkan bahwa hari kiamat sebagai puncak dari akhir zaman yang sangat dahsyat sekali, bahkan sosok wanita hingga melupakan anak yang disusuinya, ibu-ibu hamil keguguran, para manusia terlihat seperti mabuk, padahal faktanya itu merupakan azab Allah yang sangat keras, naudzubillah..


2. SIGN
Tanda -Tanda Hari Kiamat Menurut Al-Qur’an
(Sumber : CatatanMoeslimah)

Kiamat ada dua macam yakni kiamat sugra (kiamat kecil) dan kiamat kubra (kiamat besar). Kiamat sugra ialah hari kematian seseorang, sedangkan kiamat kubra ialah hari hancurnya alam semesta. Adapun tanda-tanda kiamat pada pembahasan ini ialah tanda-tanda kiamat kubra. Allah menyatakan bahwa peristiwa hari kiamat menjadi rahasia-Nya dan tak ada seorangpun yang tahu termasuk nabi dan malaikat. Rasulullah hanya memberi penjelasan tentang tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Tanda-tanda itu ada yang kecil dan besar. Tanda-tanda kiamat kecil muncul jika hari kiamat belum terlampau dekat. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar muncul setelah hari kiamat amat dekat (hampir terjadi).

Tanda-Tanda Kiamat Kecil (‘Alamatus Syughra)
Tanda-tanda kiamat kecil yang nampak itu jaraknya masih jauh dari kejadian hari kiamat. Adapun tanda-tanda kiamat kecil itu sebagai berikut:
Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari Kiamat itu yakni diangkatnya ilmu dan kebodohan nampak jelas, zina tersebar luas, khamar diminum secara leluasa, orang laki-laki pergi, orang perempuan tetap sehingga ada lima puluh wanita hanya memiliki satu anak laki-laki sebagai penuntunnya“. (HR. Bukhari & Muslim).

Penjelasan hadits tersebut dapat diketahui bahwa tanda-tanda kiamat itu diantaranya:
1.Diangkatnya ilmu dalam arti Allah akan menshalatkan para ulama (orang yang ahli dalam ilmu agama) dan sulit sekali mencari penggantinya. Dengan demikian, ulama yang adapun menjadi ulama yang jahl atau bodoh sehingga ulama itu akan bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang benar. Akhirnya yang diperoleh adalah kehancuran.
2. Orang-orang Islam semakin bodoh, karena tidak mau belajar dan lebih terbawa oleh dunia yang semakin modern. Informasi yang masuk lewat media cetak dan elektronik tanpa filter, sehingga informasi menjadi sarana trend yang menjadi pedoman hidup. Minuman keras dianggap biasa dan zina merajalela yang sudah bukan rahasia umum lagi bagi orang-orang yang mengaku beragama Islam. Peperangan terjadi dimana-mana, pembunuhan kepada sanak sudara sering terjadi bahkan sampai detik ini.
Tanda-Tanda Kiamat Besar (‘Alamatu Kubra)
Tanda-tanda kiamat besar berarti bahwa tanda itu akan terjadi jika kejadian hari kiamat sudah dekat. Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Bersegeralah kalian dalam beramal (sebelum datang) enam hal yaitu munculnya dajjal, asap, binatang melata, terbitnya matahari dari sebelah barat, masalah yang umum (hari Kiamat), dan sesuatu yang khusus untuk kalian (kematian)“.
1.      Matahari terbit dari ufuk barat
Nabi bersabda yang artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari debelah barat. Maka apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu para manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi kelakuan yang demikian itu disaat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu“.
(HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

2.  Munculnya binatang ajaib atau melata yang dapat berbicara dengan manusia

Berita ini bersumber dari QS. An-Naml ayat 82: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka“.
Binatang melata ini keluar dari kota Mekah dekat Gunung Shafa sambil berbicara dengan kata-kata yang fasih, sedang permukaan bumi penuh dengan keadilan. Daabbatul ardhi (binatang melata) itu membawa tongkat Nabi Musa as dan cincin Nabi Sulaiman AS
3. Keluarnya Imam Mahdi
Imam Mahdi termasuk dealam lingkungan ahlul bait atau keluarga Rasulullah saw., yakni putri beliau yang bernama Fatimah. Ia menyerupai Rasulullah dalam budi pekertinya namun tidak pada bentuk dan rupanya. Beliau akan menegakkan kembali sunnah-sunnah Rasulullah yang mulai banyak berubah dan menegakkan syariat Islam. Dalam hadits dikatakan bahwa ia akan berkuasa selama tujuh tahun.
4. Keluarnya Dajjal
Dajjal artinya banyak dustanya atau banyak penipuannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa dajjal pengikutnya sebagian besar bangsa Yahudi. Ia akan membawa api dan air, maka apa yang dilihatkan air itu sebenarnya api yang membakar dan apa yang dilihat oleh orang banyak sebenarnya api itu adalah air yang dingin dan tawar. Maka barang siapa menemuinya hendaklah mengambil air tawar.
Dikala itu ia mengaku sebagai Tuhan dan berusaha keras agar seluruh umat manusia mengikuti ajakannya. Ia akan berusaha agar manusia berpaling dari agama yang benar. Selain itu, ia juga akan membuat keanehan yakni hal-hal yang luar biasa yang dipertontonkan kepada manusia. Banyak orang yang akan terpedaya oleh dajjal kecuali orang-orang mukmin yang diteguhkan hatinya oleh Allah SWT. Ia akan mati terbunuh oleh kaum mukmin dibawah pimpinan Nabi Isa as.

5. Turunnya Nabi Isa AS
Nabi Isa as turun di negeri Syam di menara putih dan akan keluar pada saat Dajjal sedang jaya-jayanya dan amat berkuasa sekali. Beliau yang akan membunuh dajjal dan beliau akan menjadi hakim yang adil serta menjadi pemimpin yang memutuskan sesuatu dengan jujur. Beliau juga akan membuat makmur manusia sehingga saking makmurnya, tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah. Pada waktu itu, sujud lebih bernilai daripada dunia dan seisinya.

6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj

Ayat yang menyinggung tentang Ya’juj dan Ma’juj terdapat dalam surat Al-Kahfi ayat 98-99. Berdasarkan beberapa hadits dapat disimpulkan bahwa pada zaman Raja Zulkarnain terdapat dua macam bangsa yakni Ya’juj dan Ma’juj. Perilakunya gemar sekali merusak dan membuat onar negara. Ya’juj dan Ma’juj ialah dua anak cucu Adam keturunan dari bangsa Turki dan keturunan Yafit bin Nuh. Mereka terkurung dibelakang dinding yang dulunya dibangun oleh Zulkarnain untuk mereka karena mereka banyak berbuat kejahatan dan kerusakan. Dinding penghalang tersebut dibangun diantara dua gunung yang besar dan sangat kokoh sehingga mereka tidak dapat memanjat dinding tersebut.

7. Keluarnya asap (dukhan)

Dalam QS. Ad-Dukhan ayat 10-12 dijelaskan bahwa asap yang menutupi umat manusia ini merupakan azab yang pedih yang dialami umat manusia. Manusia berkata: “Wahai Tuhan kami, semoga Engkau melenyapkan siksa ini dari kami semua. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang beriman“.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah disebutkan bahwa pada waktu itu asap akan menutupi seluruh alam semesta dari timur sampai ke barat selama 40 hari. Bagi orang mukmin, asap itu hanya sebagai pilek namun untuk orang kafir, asap itu membuat ia mabuk dan asap itu akan keluar dari hidungnya, kedua matanya, telinganya bahkan dari duburnya.
8. Terpecahnya bulan
Hal tersebut diterangkan dalam QS. Al-Qamar ayat 1 yang artinya: “Telah dekat datangnya saat (kiamat) itu, dan telah terbelah bulan“.
9.  Terdengarnya tiupan terompet sangkakala
Kejadian hari kiamat itu begitu dahsyat dan hebatnya, sehingga tidak bisa digambarkan atau diperkirakan dengan sejelas-jelasnya. Datangnya kiamat ditandai dengan tiupan sangka kala seperti dalam firman Allah QS. An-Naml ayat 87 yang artinya: “Dan ingatlah hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dari semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri“.
Dari Ibnu Abbas ra, Nabi bersabda: “Tatkala Allah telah menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan terompet. Dan terompet itu mempunyai sebelas bundaran, kemudian Allah memberikan terompet itu kepada Malaikat Israfil, sedang Israfil meletakkannya dpada mulutnya serta pandangannya diarahkan ke Arsy, sambil menanti kapan dia diperintah“.
Nabi bersabda: “Terompet itu ialah seperti tanduk besar dari cahaya. Demi Dzat Yang telah mengutus saya dengan sebenarnya sebagai Nabi, besar masing-masing bundaran didalam terompet itu seperti lebarnya langit dan bumi. Terompet itu akan ditiup sebanyak tiga kali; yaitu tiupan kejutan yang menakutkan, tiupan kematian dan tiupan kebangkitan“.
3. FACT
Peristiwa dan Fakta tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi
Sumber : (TRIBUN.NEWS)
1. Gunung-Gunung di Makkah Mulai Berlubang
Nabi juga menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi jika gunung-gunung di Kota Mekkah sudah berlubang. Hal ini tentu sulit dipahami oleh masyarakat pada masa kehidupan Nabi. Namun ternyata hal itu sudah terjadi saat ini.
Gunung-gunung di Kota Mekkah kini sudah berlubang dalam bentuk terowongan. Makkah juga dijuluki Kota Terowongan karena memiliki puluhan terowongan.
Pada 2011 saja, Makkah memulai pembangunan 55 terowongan melalui pegunungan dan sejumlah ruas jalan.
Sebanyak 10 di antaranya merupakan terowongan pejalan kaki dan sisanya untuk kendaraan bermotor. Jalur pejalan kaki dan kendaraan bermotor dibuat terpisah. Total panjang terowongan adalah 30 kilometer.
Rasulullah SAW bersabda “Jika kamu lihat gunung-gunung di Mekkah ada lubang yang menembusinya”
Selain itu, Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata: "Bagaimana pendapat kalian, jika kalian hancurkan Ka’bah dan tidak menyisakan ada batu yang masih menumpuk?
Mereka menjawab: oleh kita yang beragama Islam? Beliau menjawab: benar, kalian yang beragama Islam. Seseorang bertanya: lalu apa lagi? Beliau menjawab: kemudian ia akan dibangun dengan yang lebih bagus darinya. Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu.
2. Bangunan Tinggi Melebihi Gunung
Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa salah satu tanda bahwa kiamat sudah dekat adalah ketika di banyak bangunan yang tingginya melebihi gunung.
Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa bangunan-bangunan tingginya begitu menjulang.
Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata:
“Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi hingga gunung-gunung hilang dari tempatnya dan kalian melihat perkara besar yang belum kalian lihat" (HR.Thabrani).
Pada zaman kehidupan Nabi, Kota Mekkah masih sangat tandus dan tidak terbayang akan berdiri bangunan-bangunan tinggi seperti saat ini. Dan apakah yang terjadi saat ini di Mekkah?
Tidak lain dan tidak bukan kota suci umat Islam ini kini tidak ubahnya Las Vegas di Amerika Serikat. Bahkan di di halaman Masjidil Haram akan dibangun Mecca Royal Clock Hotel Tower.
Tinggi gedung ini direncanakan berketinggian lebih dari 601 dan hanya selisih 200 meter dari gedung tertinggi dunia saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.
Bagiamana dengan Arab Saudi yang saat ini tengah membangun gedung tertinggi di dunia hingga menembus awan.
Rencananya, tinggi gedung bernama Jeddah Tower ini lebih dari 1 kilometer (Km) dan akan mengalahkan Burj Khalifa yang selama ini memegang rekor di Guinness World Record sebagai gedung tertinggi dunia yang ada di Dubai.
Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril menemui Rasullullah Saw dengan wujud manusia.
Ia datang dengan mengenakan pakaian yang teramat putih warna rambut yang hitam kelam.
Ia datang berdialog dengan Rasullullah dan memberikan pengajaran kepada sahabat. Jibril bertanya tentang Islam, Iman , dan Ihsan kemudian Jibril bertanya tentang tanda kiamat, di antara jawaban nabi ialah:
"Dan bila engkau menyaksikan mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir dan pengembala kambing (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi" (HR.Bukhari)
Di hadist lain di sebutkan, Kemudian sahabat Ibnu abbas bertanya : "Wahai Rasullullah, dan siapakah para pengembala, orang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu" Beliau menjawab "Orang arab" (Musnad Ahmad, IV/332-334,NO 2926)
3. Bayangan Ka'bah Tidak Lagi Tampak
Baginda Rasulullah SAW juga bersabda bahwa kiamat akan terjadi jika Al-Sa’ah telah membentang bayangannya sehingga bayangan Kabbah tidak lagi tampak. Al-Sa’ah merupakan salah satu dari pengertian kiamat.
Sementara di Arab, Al-Sa’ah juga bermaksud sebagai jam. Karena itu Sheikh mengartikan secara langsung waktu kiamat yang hampir juga terjadi apabila bayang menara jam menutupi Kaabah.
Imam As Sayuti berkata megenai perkara ini, bahwa masanya sudah sangat hampir bila kamu ambil maksud tersebut secara langsung. Sekarang bayang-bayang menara jam sudah menutupi kabah. Mecca Royal Clock akan menutupi bayang-bayang Kabah.

4. PREPARE
Sumber : (Kajianmasjid.wordpress)

Pada zaman Nabi, para sahabat sangat perhatian mengenai akhir zaman dan bahkan menganggap zaman mereka adalah sebagai akhir zaman.
Hal tersebut ternyata dampaknya luar biasa terhadap peningkatan keimanan mereka serta menjadi pemicu dan pemacu dlm amal kebaikan para sahabat.
Saat ini kita berada pada fase keempat dari lima fase kehidupan umat Islam. Pada akhir fase ini sebagian tanda tanda akhir zaman akan muncul diantaraanya adalah Ad dukhon atau asap tebal panas yg menyelimuti manusia selama 40 hari hingga kita tidak bisa melihat apapun karena keadaan gulap gulita. Pada saat itu, kondisi orang orang kafir akan melepuh wajah dan tubuhnya akibat asap panas tersebut.
Fase keempat ini adalah fase fitnah karena :
1. Bersatunya seluruh kubu setan menghancurkan Islam dan para pemeluknya baik setan jin maupun setan dari jenis manusia
– banyak umat Islam yg murtad dari agamanya
2. Tekanan hidup dan kezaliman merajalela diseluruh bumi
– banyak umat islam yg putus asa hidup
– banyak terjadi kekurangan makanan
3. Bencana alam dan petaka2 besar dimana2 dan musnahnya teknologi
– banyak muncul penyakit dan rumah sakit ditutup karena ketiadaan teknologi
Fase keempat inilah masa dimana seluruh dunia terjadi
– Perampokan
– Pembunuhan dimana mana
– Perang dan perang

PERSIAPAN PERSIAPAN AKHIR ZAMAN
1. ILMU DAN IMAN
Orang yang berilmu akan berbeda dengan orang yang tidak berilmu
Contoh dalam menghadapi belut yang bisa menjadi santapan manusia dan menghadapi ular tanah yang sangat berbahaya
Berikut ilmu yang diperlukan terkait persiapan akhir zaman:
– ilmu tentang karakter dan seluk beluk akhir zaman. Tujuannya agar dia tidak terombang ambing dalam kehidupan dunia
– ilmu aqidah dan tauhid yg shahih sesuai dengan pemahaman generasi salaf. (baca buku zikir akhir zaman hal 193/hadits shahih)
Fitnah Duhaimah
Umat islam nanti akan terbagi dalam dua kelompok yaitu yg penuh murni imannya tanpa ada kemunafikan sedikitpun dan kelompok munafiq yang tidak sedikitpun tersisa iman dlm hatinya
Penghujung fitnah duhaimah adalah ketika dajjal keluar
Bila selamat dalam fitnah ini maka ia akan selamat dari fitnah Dajjal
– ilmu tentang karakteristik musuh musuh Islam dan memastikan kita tidak termasuk golongan mereka. Mereka adalah calon pengikut Dajjal (baca Ensiklopedi Akhir Zaman hal 846-853)
Diantara musuh musuh Islam yaitu
* kaum Yahudi
* kaum pendurhaka dan ahli maksiat dan kaum hawariz (suka mengkafirkan orang lain)
* orang-orang sesat dan menyimpang dan pelaku bid’ah a”qodiyah (syiah, ahmadiyah, dll)
– ilmu tentang karakteristik firqatunnajiyah & thaifah almansurah dan pastikan kita salah seorang diantara mereka.
Kata Nabi : umat Islam nanti akan terbagi dalam 73 gol namun hanya 1 golongan yang masuk surga. Apa saja karakteristiknya insyaAllah akan dibahas tema mendatang.
2.      PERSIAPAN MATERI
Materi bukanlah yg utama namun tetap penting untuk dipersiapkan.
a) tanam pohon kurma dan sedia stock kurma yg masih berdahan di rumah rumah
Hadits :
“Jika Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang diantaramu ada sebuah biji kurma, lalu ia mempunyai kesempatan untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia tanamkan, karena dengan demikian ia akan mendapatkan pahala.”
Penelitian Ust Muhaimin Iqbal : 1 batang kurma hasilnya sama dg 1 ha sawit
Pohon kurma paling awet dan tahan lama
Thailand sdh 17 tahun mulai menanam kurma
b). buat sumur-sumur manual di rumah
c). mengemaskan dan memperakkan uang kertas kita karena nanti manusia akan kembali pakai uang emas dan perak
Amerika dan Yahudi aja sudah mulai menyimpan cadangan emasnya.
Usahakan jangan simpan di bank karena saat era teknologi nanti akan berakhir, kita tidak bisa mengambil uang tersebut dari bank.
d). mempersiapkan alat-alat penting kehidupan yang manual seperti kompor sumbu, korek api, lilin, minyak tanah, lampu badai dll
e). menyiapkan alat-alat survival yang manual seperti tenda dll
f). masker dan kaca mata renang
Masker utk antisipasi ad dukhon
g). memiliki alat beladiri manual seperti samurai, double stick, baju anti senjata tajam dll
h). Memiliki alat-alat dan obat obatan thibunnabawi seperti bekam dan segala perangkatnya
JIKA SUDAH DEKAT
Misalnya bila sudah ada info perkiraan resmi bahwa meteor akan jatuh menabrak bumi atau misalnya bila sudah terjadi gonjang ganjing di Arab Saudi
**) hijrahlah ke pedusunan
Bentuk kawasan hijrah bersama orang-orang beriman agar saling jaga menjaga dan saling melindungi.
Mulai sekarang kumpulkanlah temen-teman orang beriman yang paham akan akhir zaman untuk membuat suatu kawasan khusus contohnya Ust. Arifin Ilham di Sentul
**) jual aset aset dan barang berteknologi
Uang yg ada untuk bayar utang-utang atau emaskan uang itu segera
PERSIAPAN FISIK DAN KEAHLIAN
– Tidak gemuk, berjantung sehat, kuat lari dan mendaki
Mulai sekarang latihlah ke masjid dengan berjalan kaki
– ahli dengan ilmu dan praktek survival
– mahir memanah dan berkuda
– memanah diatas kuda
– menguasai ilmu perobatan Islam
minimal 1 org dalam satu keluarga menguasai hal tsb.
– mengilmui ruqyah dan praktiknya
– menjauhi makanan beralkohol dan apapun yg instan
– tdk mengkonsumsi obat obatan haram atau berkimia
– biasakan memgkonsumsi makanan2 sunah dan herbal islami
– stop bermaksiat (hal 221) krn maksiat melemahkan fisik dan iman.
– berlomba-lomba dalam amal sholeh
PERSIAPAN RUHIYAH DAN AMALAN
1. Shalat 5 waktu jamaah di masjid
2. Bentuk dan bersatu dengan orang-orang sholeh yg beriman dan bertauhid yg paham ttg akhir zaman
3. Istiqomah dengan amalan-amalan sunnah yg paling besar pahalanya
* sholat sunah rawatib qobliyah badiyah
* tahajud , dhuha, sholat sunnah syuruq
* puasa sunnah senin kamis, daud, ayyamul bidth dl.
* umrah pada bulan Ramadhan (ssbaiknya full satu bulan)
* mengejar pahala besar paket jumat
Hadits:
Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi).
* hafalkan QS Al Jahfi 10 ayat pertama atau terakhir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi agar terlindung dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan akhir-akhir surat Al Kahfi yang dibaca. Intinya, surat Al Kahfi yang dibaca bisa awal atau akhir surat. Dan yang lebih sempurna adalah menghafal seluruh ayat dari surat tersebut.
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal” (HR. Muslim no. 809).
Dari An Nawas bin Sam’an, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ
Barangsiapa di antara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfi (HR. Muslim no. 2937).
Dari Abu Darda
, ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ ». قَالَ حَجَّاجٌ « مَنْ قَرَأَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ سُورَةِ الكَهْفِ »
Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. Hajjaj berkata, Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi” (HR. Ahmad 6: 446)
* targetkan khatam Al Quran lebih sering dengan suara Jahr karena Al Quran akan membentengi kita
AMALAN PEMBENTENG YG PALING KUAT
1. Sedekah dan infaq
mampu menahan bencana sedahsyat apapun bencananya
Pada hakekatnya harta kita adalah apa yang kita persembahkan kpd Allah
2. Hafal banyak surat-surat dan ayat-ayat Al Quran
Orang yang hafal Quran badannya tdk akan hancur saat dikubur
Contoh Pesantren selamat saat Tsunami di Aceh
Di akhirat, bacaan dan hafalan meningkatkan derajat dan tingkatan surga
3.      Doa
Memperbanyak baca doa. Baca buku Zikir Akhir Zaman.
– Doa agar tegar dan kuat menghadapi musuh (hal 168)
– Doa dan zikir menghancurkan kekuatan musuh (hal 170)
– Doa dan zikir agar selamat dari pembantaian (hal 175)
– Doa minta syahid dan husnul khotimah
– Doa dan zikir menghadapi sakit dan penderitaan (hal 183)
– Doa agar tdk sesat dsn murtad (hal 196)
– Doa agar istiqomah beribadah (hal 199)
– Doa selamat dari seluruh apapun bentuk bencana (hal 240)
-         Zikir pelindung dari bahaya dukhon (hal 288 dan 294)
5. ACTION

Maka, hendaknya sebagai mukmin yang sejati yang mengimani hari kiamat sebagai rukun iman ke-5, dengan ketauhidan yang kuat dan nikmat iman taqwa, kita dapat mengisi hal-hal bermanfaat dalam kehidupan kita. setiap detik adalah ibadah, setiap detik selalu dekat bersama Allah, setiap kesempatan kebaikan untuk menolong sesama dalam hal positif ditegakkan, karena kita tak tahu amal mana yang dapat mengantarkan kita ke surga. Terdapat 4 sifat sang penghuni surga yang mana Allah mengharamkannya masuk ke dalam neraka, 4 sifat tersebut antara lain:
(Sumber : Alvin Al-Rusyda.blogspot)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم  bersabda,
"Maukah kalian Aku tunjukkan orang yang Haram baginya Tersentuh Api Neraka?" Para
sahabat berkata, " Mau, wahai Rasulullah!"
Beliau menjawab: "Yang Haram tersentuh
Api Neraka adalah orang yancg Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl."
(Hadist Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

Hayyin : 
Tidak mudah Memaki, 
Tidak Mudah Melaknat 
serta Teduh jiwanya.
Layyin : Orang yang selalu 
menginginkan Kebaikan 
untuk sesama Manusia,
Sikapnya Lembut, 
Santun.
Qarib : Menyenangkan 
bagi orang 
yang diajak Bicara,
Bersikap Ramah, Akrab.
dan
Sahl : Orang yang tidak 
LMempersulit sesuatu. 
Selalu ada Solusi 
bagi setiap 
Permasalahan.

Ibadah yang baik akan berbuah akhlak yang indah melalui ikhtiar yang luar biasa. Semoga kita termasuk di dalam keempat sifat tersebut dan kelak hidup kita kekal di Surga Firdaus, Aamiin.

Lalu, sikap kaum muslim terhadap fitnah akhir zaman bagaimana?
Sumber : (www.hambaAllah.net)

Fitnah bagaikan potongan malam kelam, Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebenaran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.

Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya ada dua pilihan :
  1. Dia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan berusaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Hal ini merupakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
  2. Atau Dia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.

Fitnah-fitnah sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul .  
Dan hendaknya kita juga waspada agar tidak menjadi penebar fitnah (bencana) atau mendatangi atau condong kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya.

Kita semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak tersebut. Dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan.

Allah  berfirman :
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dunia ini adalah batu ujian dan cobaan.

Allah  berfirman :
“Agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (Huud: 7)

Dan bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalamnya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.

Lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi berbagai macam fitnah diatas...?

Adapun beberapa point dibawah ini bisa kita jadikan acuan dalam mempersiapkan datangnya fitnah fitnah akhir zaman, antara lain :


·         Berdo’a kepada Allah  minta perlindungan dari fitnah. Rasulullah  bersabda :

‎تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الْفِتَنِ  مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi” (HR Muslim : 2867).


·         Memperbanyak amal shalih dan meningkatkan ke-takwa-an secara umum.
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah  bersabda :

‎بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا.
“Segeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah laksana potongan gelap malam gulita, seseorang paginya beriman sorenya sudah kafir, sorenya beriman paginya sudah kafir, dia menjual agamanya dengan harta dunia” (HR Muslim : 118)


·         Menjaga lisan dari berkomentar dari setiap apa yang kita dengar. Khususnya dalam perkara kontemporer yang terjadi pada kaum muslimin [Nawazil]. Lebih lebih komentar dan bicara di medsos yang lebih mudah penyebarannya ibarat angin berhembus.

Siapa yang layak bicara dalam masalah ini...? Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

‎الْعَالِمُ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَأَقْوَالِ الصَّحَابَةِ؛ فَهُوَ الْمُجْتَهِدُ فِي أَحْكَامِ النَّوَازِلِ
“Orang yang alim terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya dan perkataan para shahabat, maka dialah mujtahid (ahli ijtihad) pada perkara-perkara Nawazil”. (I’lamul Muwaqi’in 4/212)

Dalam kondisi fitnah jangan mudah menshare berita atau komentar sebelun di cek kebenarannya.

Allah  berfirman :
‎وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS An-Nissa : 83)

Tidak setiap apa yang kita dengar layak untuk diucapkan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata  ketika menjelaskan perkataan ‘Ali bin Abi Tholib :

‎حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ
“Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui, apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan ?”.



·         Tetap berusaha untuk menuntut ilmu syar’i dengan menghadiri majlis majlis ilmu,  karena dengan memahami syari’at ini dengan benar ia akan punya filter tidak mudah ikut ikutan terbawa arus dengan fitnah, tidak mudah mengikuti emosi atau perasaannya, tapi kokoh dengan ilmunya, sehingga akan selamat dari fitnah.

Dari Abu Bakrah radhiyallahu anhu ia berkata :

‎عَصَمَنِي اللَّهُ بِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا هَلَكَ كِسْرَى، قَالَ: مَنْ اسْتَخْلَفُوا؟ قَالُوا: ابْنَتَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً، قَالَ: فَلَمَّا قَدِمَتْ عَائِشَةُ يَعْنِي البَصْرَةَ ذَكَرْتُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَصَمَنِي اللَّهُ بِهِ: هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

Allah telah menjagaku dari fitnah (perang jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang aku dengar dari Rasulullah  ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, siapa penggantinya? Para Sahabat menjawab, putrinya, maka beliau pun bersabda, “Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan”. Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata, “Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan fitnah yaitu peperangan jamal)” (HR Tirmidzi : 2262)
·         Bersabar tidak mudah melakukan tindakan yang hanya mengikuti perasaan dan hawa nafsu.

‎اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ
‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai Rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari Nabi kalian . (HR Bukhari : 7068)

Diantara bentuk yang wajib kita hindari di zaman fitnah adalah tidak memberontak kepada penguasa muslim yang dzalim, karena mudharat yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar daripada maslahat yang didapatkan, bahkan ketika dibolehkan pun untuk memberontak kepada penguasa yang jelas jelas kekufurannya, tanpa adanya syubhat, tetap di syaratkan adanya kemampuan serta tidak adanya kemudharatan, kalau tidak maka kita diperintah untuk bersabar.

Dari ‘Ubadah bin As Shamit radhiyallahu anhu ia berkata :

‎أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ»، قَالَ: «إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيهِ بُرْهَانٌ
“Kami berbai’at (kepada Rasulullah ) untuk senantiasa mendengar dan taat (kepada para pemimpin) baik dalam perkara yang kami senangi atau yang kami benci, dalam kesusahan maupun dalam kemudahan, dan juga ketika pemerintahan bersikap mementingkan diri mereka sendiri. Dan kami tidak diperbolehkan untuk mencabut urusan pemerintahan dari orang yang menjabatnya, Beliau bersabda, “kecuali jika kalian melihat adanya kekafiran yang nyata, maka ketika itu kalian memiliki keterangan yang nyata di hadapan Allah Ta’ala.” ( HR. Bukhari : 7055 dan Muslim : 1709).

Namun dilarang mentaati pemimpin dalam perkara kemaksiatan.

Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin ‘Ali radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah  bersabda :

‎لَا طَاعَةَ فِيْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ.
“Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan” (HR Muslim : 1840)

Wajib bersabar atas kedzaliman pemimpin, dengan tetap memberikan nasehat bagi yang mampu sesuai dengan kapasitasnya.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi beliau bersabda :

‎مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ، إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
“Barangsiapa yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia bersabar atas hal tersebut. Karena barangsiapa yang meninggalkan jama’ah (persatuan kaum muslimin) satu jengkal kemudian ia meninggal dunia, kecuali ia meninggal dunia seperti mati jahiliyah.” (HR Bukhari : 7054, Muslim : 1849)

Rasulullah  bersabda :

‎مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ، فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ
Barang siapa yang ingin menasehati para penguasa dengan suatu urusan maka janganlah dengan terang terangan, akan tetapi pegang tangannya  berdua-anlah kalau diterima nasehat kita itu yang kita harapkan, dan kalau tidak mau maka sungguh engkau telah menyampaikannya (HR Ahmad : 15369, dishahihkan oleh Al Albani di kitab Fi Dzilalil Jannah : 1096).

Demikianlah semoga menjadi bahan renungan bagi kita khususnya yang relevan pada  zaman fitnah sekarang ini, dimana semakin diam tidak ikut ikutan kedalam fitnah in sha Allah semakin selamat, Rasulullah  telah memperingatkan dalam sabdanya :

‎سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ فَمَنْ وَجَدَ مِنْهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِه
“Akan terjadi fitnah, ketika itu yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari pada yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa berusaha menghadapi fitnah itu, justru fitnah itu akan mempengaruhinya, maka barangsiapa mendapat tempat berlindung atau base camp pertahanan, hendaklah ia berlindung diri di tempat itu (HR Bukhari : 3601, Muslim :2886 ).
Lantas, Bagaimana sikap orang kafir terhadap hari kiamat?
Sumber : (rizkacorner.blogspot)

A.    Al Ahzab ayat 63
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا (٦٣)
B.     Terjemahan :
63. manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.[1]

C.    Deskripsi :
Manusia bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hari Kiamat dengan maksud meminta disegerakan, para musryik bertanya-tanya dengan maksud memperolok-oloknya, karena mereka tidak percaya adanya hari bangkit (manusia yang sudah meninggal dihidupkan kembali). Sedangkan orang-orang munafik bertanya untuk mempersulit Rasul dalam menjawabnya. Berbeda lagi dengan orang Yahudi, mereka bertanya hanya untuk menguji, agar mereka mengetahui apakah Nabi Muhammad akan menjawab bahwa dia tidak mengetahuinya ataukah Nabi akan menjawab dengan menentukan saatnya. Kemudian diantara mereka ada yang bertanya, “Yakni kapan terjadinya?”. Nabi menjawab bahwa tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, aku dan selainku tidak mengetahui kapan terjadinya, namun kamu janganlah menganggapnya lambat. Dekat atau jauh kiamat tidak ada faedahnya, yang ada faedahnya adalah rugi atau beruntung, celaka atau bahagia, apakah seorang hamba berhak mendapatkan azab atau berhak mendapatkan pahala di hari itu? Inilah yang perlu diberitahukan. Maka di ayat selanjutnya disebutkan sifat orang yang berhak mendapatkan azab dan sifat azabnya, karena azab tersebut sesuai dengan mereka yang mendustakan kiamat.[2]
D.    Kata-kata Kunci :

1.      السَّاعَةِ : Hari Kiamat
2.      مَا يُدْرِيكَ : Apakah yang memberitahukan kepadamu tentang saat terjadinya kiamat

E.     Tafsiran
Yas-alukan naasu ‘anis saa’ati = Orang-orang bertanya kepadamu tentang hari kiamat.
Orang-orang sering menyampaikan pertanyaan ini. Yaitu, kapankah terjadinya hari kiamat. Orang-orang musryik bertanya tentang itu dengan sikap menginginkan hari itu segera terjadi dengan cara mengejek dan mengolok-olok. Sedangkan orang-orang munafik menanyakan hal itu dengan sikap keras kepala, yang sebenarnya mengerti jawaban apakah yang akan disampaikan oleh Rasulullah. Memang ada juga diantara kaum mukmin bertanya tentang masa kedatangannya, tetapi bukan karena tidak percaya. Diriwayatkan bahwa ada seorang yang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw: “Kapankah datangnya hari kiamat?” Nabi balik bertanya: “Apakah yang engkau persiapkan untuknya?” Dia menjawab: “Demi Allah wahai Rasul, aku tidak mempersiapkan untuknya banyak shalat, dan tidak juga banyak puasa. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka Nabi Saw bersabda: “Engkau akan bersama dengan siapa yang engkau cintai.” (HR. Bukhari Muslim melalui Anas). Kebanyakan kaum mukminin yang bertanya tentang hari kiamat adalah karena terdorong oleh rasa ingin tahu tentang yang gaib baik menyangkut kenikmatan ukhrawi maupun siksa-Nya.[3]
Dan orang-orang Yahudi bertanya dengan maksud menguji kebenaran Nabi Saw apakah jawabannya akan sama dengan yang tercantum dalam kitab Taurat, bahwa soal hari kiamat itu sesungguhnya berada di tangan Allah. Nabi Muhammad Saw disuruh menjawab bahwa sesungguhnya yang memberitahukan kepada Muhammad tentang kapan datangnya hari kiamat itu dan boleh jadi telah dekat waktunya.[4]
“Bertanya kepada engkau manusia tentang hari kiamat.” (pangkal ayat 63). Dalam Al Qur’an hari kiamat sering disebut dengan “as-Sa’at”, dalam ayat ini pun ditulis SA’AT, tetapi kita artikan dengan yang senantiasa orang artikan yaitu hari kiamat. Di pangkal ayat ini dikatakan bahwa manusia bertanya kepada Nabi tentang kapan terjadinya SA’AT atau hari kiamat. Al-Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya bahwa hal ini merupakan salah satu gangguan atau hal yang menyakiti hati Nabi. Yaitu saat Rasullulah Saw menerangkan bahwa barangsiapa yang mendurhakai tuhan, yaitu orang kafir, orang yang menyekutukan Allah, di hari kiamat mereka akan masuk neraka. Dalam surat-surat pendek yang telah diturunkan di Mekkah banyak diceritakan  tentang kehebatan hari kiamat itu seperti surat Al Qari’ah, Az Zilzalah, Al Haqqah dan At Takwir. Ketika Nabi membacakan surat-surat tersebut diantara mereka yang menentang Nabi dengan pertanyaan : “Bila itu akan kejadian, berapa tahun lagi?” Dan berbagai pertanyaan yang menyerupai itu. [5]
قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ
Qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indallahi = Katakanlah: “Hanyalah Allah yang mengetahuinya.”
Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya disisi Allah, yang ilmunya meliputi segala sesuatu dan tidak memberitahukan tentang hari kiamat kepada seorang malaikat yang didekatkan sekalipun, serta tidak pula pada seorang Nabi yang diutus.[6]
Dalam firman-Nya: لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ada juga ulama yang memahaminya dalam arti boleh jadi kiamat itu sudah dekat, boleh jadi juga masih jauh, engkau Nabi Muhammad sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara ulama berpendapat bahwa kalimat وَمَا يُدْرِيكَ yang menggunakan kata kerja bentuk mudhari’ atau masa kini dan dating digunakan Al Qur’an untuk sesuatu yang sama sekali dan kapan pun tidak dapat diketahui waktu oleh Nabi Muhammad Saw, yaitu waktu kedatangan hari kiamat.[7]
Selain kemungkaran orang-orang kafir terhadap Hari Kiamat yang dijelaskan dalam ayat Al Qur’an diatas, diterangkan pula dalam surat Yasin ayat 48-51. Dalam ayat ini juga menerangkan penegasan bahwa Hari Kiamat itu benar adanya.
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨)مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩)فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠)وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١)
Artinya :
48. dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
49. mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja (Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini) yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
50. lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
51. dan ditiuplah sangkalala (Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudahnya bangkitlah orang-orang dalam kubur), Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
Pada ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan kemungkaran orang-orang kafir terhadap hari berbangkit itu, bahkan mereka minta segera didatangkan dan memperolok-oloknya. Kemudian dia menegaskan bahwa Hari Kiamat itu pasti datang, akan datang tanpa mereka sadari dan pada hari kiamat mereka akan menyesali sikap mereka itu. Tetapi sesal pada hari kiamat tidak ada gunanya.
Ayat 48 menjelaskan segi lain dari sifat-sifat jelek kaum yang ingkar adalah tidak percaya pada Hari berbangkit sesudah mati. Apabila dikatakan pada mereka bahwa mereka kelak akan dibangkitkan kembali sesudah mati untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka selama di dunia, maka mereka menjawab denagn sikap mengejek : “Bilakah janji itu akan terlaksana?”. Demikian keadaan kaum yang ingkar, hati mereka tidak lagi terbuka untuk menerima kebenaran. Penyesalan mereka barulah kan timbul setelah mereka menghadapi kenyataan tentang apa yang dulunya mereka ingkari.[8]
Kemudian ayat 49 berkomentar, “mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar”. Ini bermakna bahwa kiamat datang secara mendadak tanpa mereka sadari. Al Bukhari dan muslim mengeluarkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah, bahaw Rasulullah bersabda :
“Kiamat benar-benar terjadi ketika dua orang laki-laki baru saja menebarkan selembar kain diantara mereka berdua, maka tak sempat keduanya melakukan jual beli dan tak sempat juga keduanya melipat kain tersebut. Kiamat benar-benar terjadi ketika seorang laki-laki tengah membuat kolamnya dan ia belum sempat mengisinya dengan air. Kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang memeras susu kambingnya dan ia belum sempat meminumnya. Dan kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang telah mengangkat makanan ke mulutunya dan ia belum sempat memakannya.”(Hadits riwayat Bukhari Muslim)[9]
Kata صَيْحَةً pada mulanya berarti suara keras yang keluar dari kerongkongan untuk meminta bantuan atau menghardik. Al Qur’an menggunakan kata tersebut dalam arti suara yang diakibatkan oleh gempa atau halilintar. Sementara ulama memahami kata tersebut disini dalam arti teriakan malaikat Israfil ketika ia meniupkan sangkakala.
Kata يَخِصِّمُونَ terambil dari kata خِصَام yakni pertengkaran. Pertengkaran dimaksud adalah pertikaian menyangkut urusan kenikmatan duniawi sambil melengahkan urusan ukhrawi. Ini jika teriakan yang dimaksud adalah teriakan malaikat Israfil. Ibn ‘Asyur memahami pertengkaran ini menyangkut cara menghadapi kaum muslimin yang bermaksud merampas harta dagangan mereka di Badr atau siapa yang ditugaskan untuk menghadapi aneka bahaya dan dalam keadaan mereka bingung antara percaya dan tidak.[10]
“Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun.” (pangkal ayat 50). Tidak sempat lagi membuat surat wasiat atau meninggalkan pesan wasiat untuk orang yang tinggal; “Dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.” (ujung ayat 50). Sebab dimana mereka mendengarkan suara pekik yang dahsyat itu, disitu pula mereka akan mati.
Meskipun kiamat yang besar dengan pekik yang dahsyat bunyinya itu tidak diberitahukan terlebih dahulu kapan terjadinya, namun hal-hal yang menyerupai itu sudah banyak sekali terjadi dalam kehidupan manusia. Terutama di zaman modern ini. Orang sudah mudah dan cepat sampai di suatu negeri yang dituju dengan naik kapal udara atau pesawat. Namun berkali-kali kejadian pesawat terbakar, atau menabrak bukit, atau rodanya tidak turun yang menyebabkan terjadinya kecelakaan sehingga para korban tidak sempat meninggalkan wasiat atau pulang ke rumah.[11]
 Pada ayat 51 mengungkapkan apa yang akan terjadi sesudah kematian makhluk atau manusia akibat teriakan tersebut. Yaitu bahwa : Dan ditiuplah sangkakala oleh malaikat Israfil sekali lagi, maka serta merta mereka semua dengan segera dan tanpa kuasa mengelak langsung bangkit dari kubur mereka masing-masing menuju Tuhan yang memelihara dan berbuat baik kepada mereka. Lalu merela berjalan keluar dengan cepat dan penuh kesungguhan. Manusia yang ketika hidupnya di dunia mengingkari hari kebangkitan sungguh terperajat dan takut, apalagi setelah melihat siksa yang menanti para pendurhaka nanti di neraka.[12]
Siksa atau balasan bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir akan mereka dapatkan pada saat di dunia maupun akhirat. Bahwa mereka dikutuk dan dihinakan serta dibunuh yang dilanjutkan dengan siksa di akhirat kelak. Seperti dalam QS. Al A’araf ayat 167.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (١٦٧)
167. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa Sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksa-Nya, dan Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Disini Allah menerangkan bahwa Dia telah menetapkan atas semua umat Yahudi sebagai bangsa yang hina dan rendah sampai hari kiamat untuk hukuman atas perbuatan-perbuatan mereka. Dan ini memang sudah menjadi Sunnatu ‘I-Lah dalam menghukum bangsa-bangsa manapun yang tidak mematuhi perintah dan melanggar perintah-perintah agama-Nya. Sunnah itu sebagaimana yang ditimpakan kepada umat Yahudi, juga yang ditimpakan pada bangsa-bangsa lain yang tidak berhenti dari kesesatannya. Bahkan semakin merajalela dalam melakukan kejahatan dan kesesatan.[13]
Siksa bagi orang-orang yang zalim seperti bangsa Yahudi dan orang-orang kafir lainnya di akhirat dijelaskan juga dalam QS. Hud ayat 105-106.
يَوْمَ يَأْتِ لا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ (١٠٥) فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ (١٠٦)
105. di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
106. Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),
Hari kiamat memang belum datang, tetapi saat hari itu datang, tidak ada satu jiwa pun, baik yang taat apalagi yang durhaka, yang boleh berbicara melainkan dengan seizin-Nya; maka diantara mereka ada yang celaka dan ada juga yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka tempat mereka di dalam neraka. Dan bagi mereka di dalamnya embusan dan tarikan napas yang sangat sulit, yakni rintihan yang sangat mengenaskan.
Kata زَفِيرٌ bermakna embusan pengeluaran napas yang dengan mendorongnya secara keras disebabkan sesaknya dada dan sulitnya bernapas. Sementara ulama berpendapat bahwa kata ini diambil dari kata az-zafr yang berarti beban berat di punggung. Sedang kata شَهِيقٌ adalah lawannya, yaitu upaya yang keras untuk memasukkan udara ke dalam dada. Ini terambil dari kata yang bermakna tinggi. Menarik dan mengembuskan napas yang dikemukakan di atas boleh jadi karena merintih kesakitan karena kesedihan yang mendalam. Keduanya tepat untuk penghuni neraka.[
Maksud dari ayat diatas adalah orang-orang yang di dunia karena mereka melakukan perbuatan-perbuatan celaka, akibat akidah mereka yang rusak secara turun-temurun dan mengikuti teladan buruk dalam beramal, sehingga mereka diliputi oleh kesalahan yang membuat padam cahaya fitrah dari jiwa mereka. Maka mereka mendesah napas dan menangis tersedu-sedu di dalam neraka, yang merupakan tempat mereka tinggal dan tempat kembali karena kesusahan yang tersimpan dalam dada dan sempitnya jiwa mereka, serta beratnya kesengsaraan.
Mereka tinggal di dalam neraka untuk selama-lamanya, seabadi langit yang manaungi mereka dan bumi yang menjadi pijakan mereka. Sedang yang dimaksud bahwa mereka tinggal dalam neraka secara abadi yang tiada kesudahannya.[15]

6. OTW
FASE MENUJU HARI KIAMAT
Sumber : (alasmuni.wordpress)

Urutan waktu dan peristiwa-peristiwa yang sedang kita nantikan, seperti terlihat di bawah ini:
PERANG AKHIR ZAMAN (ARMAGEDDON)
Secara tekstual, tidak satu haditspun yang menyebut lafadz Armageddon. Jika yang dimaksud dengan Armegeddon adalan perang persekutuan Internasional yang mencakup agama dan politik, maka sabda nabi yang mengisyaratkan akan hal itu adalah “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, lbnu Majah. dishahihkan oleh Al Albani)
MUNCULNYA IMAM MAHDI
Nama beliau Muhammad bin Abdullah Al Mahdi Al Fathimi Al Quraisy. Beliau adalah keturunan Rasullulah dan termasuk salah satu Khulafaur Rasyidin.
Imam Mahdi Al Muntadzar bukanlah sebagaimana yang diklaim oleh kelompok Syi’ah yang pernah masuk ke gua Sardeb saat berusia 5 tahun dan akan keluar di akhir jaman. Beliau adalah keturunan Rasulullah sebagaimana yang banyak disebutkan dalam banyak hadits shahih.
Beliau menetap di bumi antara 7 sampai 9 tahun, memerangi musuh-musuh Islam dan fitnah Dajjal. Imam Mahdi muncul dan arah timur, kemunculannya dimasa perjanjian damai antara kaum muslimin dengan bani Ashfar, hingga akhirnya mereka mengkhianati kaum muslimin, selanjutnya beliau menjadi pimpinan tertinggi dalam seluruh pertempuran berikutnya.
Beliau muncul saat wafatnya seorang khalifah, kemudian ia keluar menuju Makkah dan di kejar-kejar oleh satu pasukan dari umat Muhammad, hingga apabila sampai disebuah tempat yang bernama Al Baida, pasukan itu ditelan bumi. Kemudian Imam Mahdi di bai’at oleh kaum muslimin antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim.
Rasulullah bersabda: “ Jika kamu melihatnya maka berbai’atlah walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah al Mahdi (HR Ibnu Majah, shahih).
Dengan demikian keberadaan Imam Mahdi belum bisa diketahui hingga ada satu pasukan yang mengejar seorang Arab, namun Allah menenggelamkan mereka di Al Baida’. Dengan begitu dapat dipastikan bahwa yang dikejar-kejar adalah Imam Mahdi, higga berbondong bondong kaum muslim memaksanya untuk dibai’at.
Hadits-hadits tentang Imam Mahdi:
“Al Mahdi adalah dari golongan kami, ahli bait. Allah akan mengishlahnya hanya dalam satu malam”. (HR. Ahmad: 2:58, Ibnu Majah: 2:1367).
“Al Mahdi adalah keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan penganiayaan. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun” (HR. Abu Daud 11:375. Al Hakim: 4:557, shahih).
Imam Mahdi adalah Khallfah Rasyidah ‘ala Nahji Nubuwah yang dijanjikan oleh nabi akan muncul di akhir zaman.
Dalam hal ini sebagian ulama berbeda pendapat tentang Khilafah Rasyidah terakhir, apakah ia Imam Mahdi ataukah lainnya, namun dengan mengkompromikan antara hadits Imam Mahdi dan Khaliafah ‘ala Nahjin Nubuwah, sebagian ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi adalah Khilafah ‘ala Nahji Nubuwah itu sendiri. Hadits tersebut adalah dari Qais bin Jabir Ash Shadafi dari ayahnya dari kakeknya secara marfu’.
”Setelah zamanku, akan muncul para khalifah, di mana setelah para khalifah akan muncul pada akhir dan setelah para amir akan muncul para raja. Setelah para raja akan muncul para diktator, kemudian muncullah seorang laki-laki yang berasal dari umatku yang akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kedzaliman …” (HR. Thabrani dalam Al Kabir, lbnu Mandah, Abu Na’im dan Ibnu Asakir, juga disebutkan oleh lbnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Juz 13, Kitab Al Ahkam halaman 214)
Hadits hadits tentang Imam Mahdi mencapai derajat mutawatir maknawi.
PERANG MELAWAN SEMENANJUNG ARABIA
Mereka adalah suku Quraisy yang dipimpin oleh seorang laki-laki yang bernama Sufyani, di mana ia meminta bantuan kepada suku para pamannya, yakni suku Kalab. Namun Imam Mahdi berhasil mengalahkan mereka.
Sabda Nabi: “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkan nya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi dajjal, dan Allah akan menaklukkannya untukmu”. (HR Muslim).
Peperangan ini terjadi pada masa pengkhianatan Rum dan ketika mereka sedang mengumpulkan kekuatan untuk memerangi kaum muslimin.
PERANG MELAWAN PERSIA
Rasulullah bersabda: ”Kalian akan memerangi negeri Persia, dan Allah akan menakluk kannya untukmu”. (HR Muslim)
Menurut sebagian pendapat mereka adalah kelompok Syi’ah Iran (Persi) yang merupan musuh Ahlul Sunnah. Kaum Syi’ah merasa jengkel karena Imam Mahdi yang muncul bukan salah satu dari imam 12 yang dijanjikan kepada mereka. Mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi dan pasukannya, namun dalam peperangan ini, Imam Mahdi berhasill mengalahkan mereka.
PENGKHIANATAN RUM DAN KEDATANGAN MEREKA UNTUK MENYERANG
Kaum Rum menghianati kaum muslim setelah perang akhir zaman, mereka menyusun makar untuk menyerang kaum muslimin dengan mengerahkan 80 bendera yang masing masing masing bendera terdiri dari 12.000 tentara.
Rasulullah bersabda: “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit- bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, “Salib telah menang”. Maka datanglah kepadanya seorang laki-laki dari kaum muslimin dan membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah, di mana mereka akan menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara”. (Diriwaytkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, di shahihkan oleh Albani dalam mentahqiq hadist-hadist misykat No. 5452).
MALHAMAH KUBRA
Ini merupakan pertempuran terdahsyat yang terjadi antara kaum muslimin dengan Rumawi. Dalam pertempuran ini kedua belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan senjata modern, namun hanya menggunakan kuda dan pedang. Karena seluruh senjata modern musnah dalam peristiwa perang besar Akhir zaman (Armageddon).
Pertempuran besar (Al Malhamah Kubra) terjadi di sebuah daerah yang bernama Ghutah dekat Damasykus, di mana tempat itu menjadi pusat kaum muslimin saat itu. Perang ini dipimpin langsung oleh Imam Mahdi. Kaum Rum bergerak menuju Syiria dan turun di kota A’maq atau Dabiq, dalam sebuah kumpulan tentara dengan 80 bendera, setiap bendera terdapat 12.000 tentara.
Perang Al Malhamah Kubra terjadi selama 4 hari berturut turut, 1/3 dan kaum muslimin melarikan diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah. Dan 1/3 lagi mendapatkan syahid, dan sisanya yang 1/3 akan mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak akan tersesat untuk selama amanya. (Shahih Muslim dalam Al Fitan wa Asyratus sa’ah 18/21-22).
Dalam hadits lain disebutkan, “Pada waktu pertempuran itu akan terjadi kemurtadan yang sangat banyak. Kemudian kaum muslimln maju dengan suatu pasukan depan yang berani mati (syurthah), yang tidak akan mundur kecuali dalam keadaan menang. Lalu mereka terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang di/katakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu hancur. Kemudian kaum muslimin maju dengan satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang mereka terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu hancur. Kemudian kaum muslimin maju dengan satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang, mereka terus bertempur sampai senja. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu hancui. Maka ketika telah sampai hari ke empat, bangkitlah seluruh umat Islam, lalu Allah menimpakan bencana terhadap mereka (kaum Rum) dan terbunuhlah meneka dengan dahsyatnya, hingga tidak pernah dilihat oleh orang sebelumnya. Sehingga apabila bunung melewati kawasan mereka, maka burung itu akan mati sebelum melewati mereka”. (HR. Muslim dari Jabir)
PENAKLUKAN KONSTANTIN
Keunikan peristiwa ini adalah ditaklukkannya Konstantin tanpa menggunakan pedang dan panah, namun hanya menggunakan tahlil dan takbir. Peristiwa ini terjadi berbarengan dengan munculnya Dajjal.
Rasulullah bersabda: “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang sebagiannya terletak di darat dan sebagiannya di laut?” Para sahabat menjawab, “Pernah wahai Rasulullah”. Beliau berkata, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu anak panahpun. Mereka hanya berkata Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dan kota itu. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka jatuhlah bagian yang lain. Kemudian mereka berkata lagi Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka terbukal/ah semua bagian kota itu. Lalu mereka memasukinya. Ketika mereka telah membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba tiba datanglah seseorang yang berteriak, “Sesungguhnya Dajjal telah keluar”. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu (dari ghanimah itu) dan kembali”. (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah).
MUNCULNYA DAJJAL
Ia keturunan Adam, tubuhnya gemuk, kulitnya merah, rambutnya keriting dan lebat, matanya buta sebelah, seperti buah anggur yang tersembul. Di antara kedua matanya terdapat tulisan ka fa ra. Sifat sifat inilah yang sangat nampak, sehingga jika ia muncul maka setiap orang yang beriman akan mengenalinya dan tidak terfitnah olehnya.
Ia merupakan fitnah terbesar yang akan dihadapi kaum muslimin. Tidak ada fitnah yang lebih dahsyat darinya. Masa hidup Dajjal di bumi untuk menebar fitnah adalah 40 hari. Satu hari pertama seperti setahun, satu hari kedua seperti satu bulan dan satu hari ketiga seperti satu pekan, hari berikutnya sama seperti hari-hari biasanya.
Dajjal akan keluar dari arah Timur, dari Khurasan kampung Yahudiyah kota Ashbahan, ia akan keluar mengembara ke seluruh penjuru dunia. Ia akan keluar bersama 70.000 Yahudi yang menggunakan pakaian jubah tidak berjahit. Maka tidak ada satupun negri yang tidak dimasukinya kecuali Makkah dan Madinah, karena kedua kota itu selalu dijaga oleh Malaikat.
Di antara fitnah Dajjal adalah:
Ia akan membawa surga dan neraka di tangannya, sehingga banyak orang yang tertipu. Sesungguhnya surga Dajjai adalah Neraka Allah yang amat panas, sedangkan neraka Dajjal adalah Surga Allah yang dingin. Rasulullah mengingatkan jika kita melihatnya agar memejamkan mata dari memasuki nerakanya, karena yang nampak sebenarnya adalah air yang dingin. (HR. Muslim: 18:61).
Dajjal akan melewati seluruh negri, setiap tempat yang dilewatinya lalu penduduknya beriman kepadanya, maka negni tersebut akan subur dan tumbuh tanaman dan binatang ternaknya. Namun jika penduduknya mengingkaninya, maka Dajjal akan menjadikan negri tersebut gersang, kering, tumbuhan dan binatang ternaknya mati kelaparan.
Rasulullah memenintahkan kita untuk berdoa memohon perlindungan dari Dajjal, di antaranya dengan membaca 10 awal dan akhir dari surat Al Kahfi, atau masuk ke kota Makkah dan Madinah atau naik ke puncak puncak gunung.
TURUNNYA ISA DAN TERBUNUHNYA DAJJAL
Tatkala Dajjal melihat Isa, maka tubuhnya meleleh seperti melelehnya garam dalam air, kemudian ia tenbunuh oleh nabi Isa dengan pedangnya di pintu Lodd. (Majma’u Zawaid: 7:344)
Rasulullah menggambankan ciri-cirinya, ia bertubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, berkulit merah dan berbulu, dadanya bidang, rambutnya lurus seperti orang yang baru keluar dari pemandian, dan rambutnya itu sampai di bawah ujung telinga yang disisir rapi dan memenuhi kedua pundaknya. (Tanda Tanda Kiamat, Yusuf Wabil: 251)
Nabi Isa akan tunun ke dunia di menara timur Damsyiq, di saat kaum muslimin hendak mengerjakan shalat berjama’ah. Turunnya Isa dengan diapit dua malaikat (beliau meletakkan kedua tapak tangannya di sayap dua malaikat). Ia mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan minyak waras dan za’faran. Bila beliau menundukkan kepala, maka turunlah rambutnya (seperti tetesan air) dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali ia akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya. (HR. Muslim Bab Dziknud Dajjal: 18 167-68)
Beliau turun pada kelompok yang diberi pertolongan Allah, yaitu saat shalat sedang diiqamati, lantas beliau shalat di belakang kaum muslimin bersama Imam Mahdi. Setelah mengerjakan shalat, beliau memimpin perang melawan Dajjal yang diikuti oleh 70.000 Yahudi.
PERANG MELAWAN YAHUDI
Perang ini merupakan perang terakhir antara kaum muslimin dengan orang orang Yahudi. Dalam perang ini pemimpin mereka “Dajjal” terbunuh, hingga seluruh Yahudi juga akan terbunuh sebanyak 70.000 orang.
Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka, sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, lantas batu dan kayu itu berkata, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah ia”, kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi”. (HR. Bukhari dan Muslim)
PENAKLUKAN ROMA
Sesuai dengan sabda Nabi bahwa bangsa Roma ditaklukkan setelah penaklukan Konstantinopel. (HR. Ahmad :2/176). Adapun perang menaklukkan Turki dan Roma, terjadi setelah itu. Nabi bersabda, Tidak akan datang kiamat sehingga kamu akan memerangi bangsa Khuz dan Karman dari kalangan Ajam (non arab), yang wajahnya kemerah-merahan, pesek hidungnya, sipit matanya dan mukanya seperti perisai yang lengkung. (HR. Bukhari, Bab Alamah Nubuwwah: 6/604)
PERANG DENGAN BANGSA TURK
Ada yang berpendapat bahwa bangsa Turk saat ini orang-orang China, Rusia, Jepang, Mongol dan yang sejenis dengan mereka. Rasulullah bersabda tidak akan terjadi Kiamat sehingga kamu memerangi kaum yang terompah mereka terbuat dan bulu, dan sehingga kamu memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, bermuka merah, berhidung pendek (pesek), mukanya seperi perisai yang lengkung”(HR. Bukhari: 6/604)
MUNCULNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ
Mereka adalah keturunan Yafidz, ayah Tark, dari Nabi Nuh (An Nihayah: 152-152). Mereka turun ke dunia untuk berbuat kerusakan, tidak ada satupun manusia sanggup untuk melawannya, hingga akhirnya nabi Isa berdoa kepada Allah agar membinasakan nya.
Mereka adalah suatu kaum yang buas dan beringas yang akan turun dari yang tinggi. Saat mereka turun, mereka mendatangi danau Thabariah dan meminum habis semua airnya. Saat itu Nabi Isa dan kaum muslimin bertahan di gunung dan tidak mampu menghadapinya. Hingga Kaum muslimin memohon kepada Nabi Isa untuk berdoa agar Allah membinasakan mereka. Nabi Isa pun berdoa, akhirnya Allah mengirimkan ulat dari langit yang menggerogoti tubuh mereka. Kaum Ya’juj dan Ma’juj pun mati seketika seperti matinya seorang saja. Kemudian Allah mengirimkan air hujan hingga membawa bangkai-bangkai mereka ke lautan.
Saat ini Kaum Ya’juj dan Ma’juj masih berada di dalam dinding yang dulu pernah di bangun oleh Raja Dzulqarnain dengan menggunakan besi dan tembaga yang dicor. Menurut sebuah riwayat, dinding tersebut terletak di sebuah pegunungan Kaukakus antara Turki dan Rusia. Dan dinding tersebut tidak akan hancur kecuali setelah datangnya janji Allah kepada mereka, yaitu di akhir masa Nabi Isa dan Imam Mahdi. (Lihat Tanda- tanda Kiamat: 273-285).
MASA-MASA AMAN
Masa masa aman ini mulai terjadi di akhir masa kehidupan Nab Isa dan Imam Mahdi, yaitu setelah Nabi Isa menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti dan melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian (hibah). Kemudian Nabi Isa memadamkan segala sebab peperangan, dan manusia akan hidup dalam suatu masa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Maka terhapuslah rasa iri, dengki dan permusuhan, setiap binatang berbisa tidak lagi berbisa, hingga seorang anak yang memasukkan tangannya ke mulut ular akan merasa aman, serigala yang bersama domba tidak akan menerkam, binatang buas seperti singa dan lainnya akan menjadi jinak, bumi akan menebarkan keberkahan dan menurunkan kebaikannya.
WAFATNYA ISA DAN IMAM MAHDI
Nabi Isa dan Imam Mahdi hidup satu masa. Setelah tujuh tahun tinggal di dunia, maka Allah mewafatkan keduanya. Mereka akan dishalati oleh orang-orang muslim. (HR Ahmad: 2:406, Fathul Bari: 6:493)
TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT
Sebelum terbitnya matahari dari barat, ia akan didahului oleh waktu malam yang sangat panjang, hingga disebutkan bahwa seorang muslim telah mengerjakan shalat malam hingga letih dan telah tidur hingga pulas, namun subuh belum juga menjelang. Jika ini telah dirasakan, pertanda bahwa esok pagi matahari akan terbit dan barat. Peristiwa ini hanya terjadi satu hari, keesokannya matahari akan terbit sebagaimana biasanya. (Lihat Fathul Bari Kitabur Riqaq juz II)
Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi Kiamat … hingga matahari terbit dari barat. Apabila matahari terbit dari barat. maka berimanlah semua manusia. Maka saat itulah ketika iman seseorang tidak bermanfa ‘at lagi bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (HR. Bukhari 13:81-82)
KELUARNYA BINATANG BUMI YANG DAPAT BERBICARA
Binatang tensebut akan keluar dari Makkah Mukarramah, dari masjid yang terbesar (Majma’u Zawa’id: 6-8). Dia akan keluar tiga kali, pertama di lembah, kemudian sembunyi, lalu keluar di suatu desa, kemudian sembunyi dan yang ketiga akan muncul dari Makkah. (Tazkinah: 697)
”Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. (QS. An Naml : 82)
“Akan muncul binatang itu dengan membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman, lalu memberi tanda kepada orang-orang kafir”. (HR. Ahmad 15:79-82, shahih)
Binatang itu akan membeii tanda pada setiap manusia, hingga nampak siapa yang beriman dan siapa yang kafir.
KELUARNYA ASAP
Asap ini akan menyebabkan seorang mukmin seperti demam, sedang kepada onang kafira kan menyebabkan seperti melepuh dan keluar asap dari telinganya (Tafsir Ath Thabani: 25/114)
Asap ini muncul sebagai peringatan awal bagi orang-orang kafir, ia akan berjalan selama 40 hari dan meliputi seluruh manusia.Oleh karena itu, setelah kemunculan asap ini, akan datang angin yang lembut dari arah Yaman yang akan mencabut nyawa setiap orang mukmin.
DATANGNYA ANGIN LEMBUT YANG BERTIUP UNTUK MENGAMBIL ARWAH ORANG MUKMIN
Dalam sebuah hadits disebutkan, “Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik, lantas menerpa mereka lewat ketiak mereka, kemudian mengambil ruh tiap-tiap orang mukmin dan muslim, dan tinggallah manusia manusia jahat yang keadaannya kacau balau seperti himar. Maka pada zaman mereka itulah kiamat terjadi.” (HR. Muslim, Bab Dzikru Dajjal 18:70)
Angin ini datang dari arah Yaman, dan dalam riwayat lain disebutkan dar arah Syam. Setelah kejadian ini tidak ada lagi manusia yang menyebut lafadz Allah. Kejahatan menyebar di seluruh muka bumi, sampai-sampai seseorang menerkam wanita dan menzinanya di tengah jalan, sehingga orang terbaik saat itu berkata, alangkah baiknya jika aku melihat wanita tersebut di balik tembok ini. Ia tidak mengingkari, namun menganjurkan agar tidak mengerjakannya terang-terangan. (Lihat Majma’ Zawaid, 7:331).
PENGHALALAN BAITULLAH DAN PENGHANCURAN KA’BAH
Peristiwa in terjadi setelah tidak ada lagi seorang mukminpun di muka bumi. Setelah penghancuran ini Kabah dan Baitullah tidak akan dimakmurkan lagi selama-lamanya. Yang menghancurkan Ka’bah adalah seorang laki laki botak dari Habasyah bernama Dzu-Suwaiqataini. Ia menghancurkan Ka’bah, merusak perhiasannya, melepas kiswahnya dan mengambil batunya satu persatu dengan sekop dan cangkul. (Lihat Musnad Ahmad: 15/227, Bukhari Bab Hadmil Ka’bah: 3/460, Silsilah Ahadits As Shahihah: 2/120 hadits no.579)
KEHANCURAN MADINAH DAN KELUARNYA SELURUH MANUSIA DARINYA
Peristiwa ini terjadi menjelang terjadinya goncangan dahsyat di tiga wilayah. Ia juga berdekatan dengan peristiwa api besar yang akan menggiring manusia menuju mahsyar. Saat itu Kota Madinah tidak lagi dihuni manusia, bahkan ada anjing atau srigala yang memasukinya lalu kencing di tiang masjid atau di mimbar. Seluruh buah-buahan pada waktu itu hanya dimakan burung burung dan binatang buas. Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dan orang yang paling akhir dikumpulkan (oleh api menuju mahsyar-ed) adalah dua orang pengembala dan Muzayanah yang hendak ke Madinah dengan berteriak-teriak mencari kambingnya, kemudian ia menjumpai kambingnya yang ternyata sudah menjadi liar”. (HR. Bukhari :4/89-90) . Lihat : Al Muwaththa 2/888.
PEMBENAMAN BUMI DI TIMUR, BARAT DAN TANAH ARAB
Ketiga tanda ini tidak akan dialami oleh orang mukmin, karena mereka telah wafat sebelumnya disebabkan angin yang datang dari arah Yaman. Sesungguhnya kiamat
baru akan terjadi pada seburuk-buruk manusia.
MUNCULNYA API YANG MENGGIRING MANUSIA KE MAHSYAR
Rasulullah bersabda: “Dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman dan menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka” (HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah: 18:27-29)
Api tersebut tidak akan membiarkan seorang kafirpun, akan tetapi ia akan menggiring manusa menuju Mahsyar dengan sejadi-jadinya. Maka barang siapa yang terlambat di belakang, ia akan terbakar. Api tersebut akan menggiring mereka ke bumi Mahsyar di Syam. Dalam hal ini manusia menjadi tiga kelompok, ada yang penuh harapan, mereka makan dan berpakaian, satu lagi berjalan dan berlari, dan satu lagi akan terseret mukanya dan digiring ke api. (HR. Ahmad:5/164-165)
BERDIRINYA KIAMAT, PENIUPAN SANGKAKALA DAN KEHANCURAN ALAM SEMESTA
Pada tiupan pertama, hancurlah seluruh alam semesta inii dengan seluruh isinya. Allah berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
PENIUPAN KEDUA DAN KEBANGKITAN SELURUH MAKHLUK SERTA
BERKUMPULNYA MEREKA DI MAHSYAR
Pada tiupan kedua, bangkitlah seluruh makhluk untuk bersiap-siap memasuki alam padang Mahsyardi akhirat.
Terompet atau sangkakala adalah seruling yang bentuknya seperti tanduk besar yang siap ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya. Tiupan yang pertama adalah untuk mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah.
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
Tiupan ini akan menimpa seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat, sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata dan melumat bumi dengan selumat-lumatnya, membuat laut saling beradu dan mengeluarkan api, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda benda di alam semesta, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti ketika awal penciptaannya. Allah menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya: “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari(ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras”. (QS.Al Hajj:1-2)
Sedangkan pada tiupan kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia; “Dan tiuplah sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka. (QS. Yaa Siin:51) .
Rasulullah bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, di mana tidak seorangpun yang tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia. Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”. (HR Muslim) , lihat juga Syah Lum’atul I’tiqad oleh Syaik Utsaimin).
Allahu A’lam bisshawab 
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh..

Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Pemimpin yang adil; (2) Pemuda yang tumbuh dewasa dalam ketaatan kepada Allah; (3) Seorang yang hatinya terpaut dengan masjid; (4) Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya; (5) Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allah’; (6) Seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya, serta (7) Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya. – Hadis



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Integrated Life Skill Program BDI PHM