Tugas Integrated Life Skill Program BDI PHM
Akhir Zaman
Assalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh
Baru saja kemarin pada halaqah liqo
(taklim kecil) bertempatan di lapangan depan gedung rektorat, Lutfi
berkesempatan membaca terjemahan Q.S Al-Hajj ayat 1-5 dan tilawah oleh teman
saya.
Ayat 1
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Al-Hajj 22:1)
Ayat 2
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (Al-Hajj 22:2)
Ayat 3
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat, (Al-Hajj 22:3)
Ayat 4
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka. (Al-Hajj 22:4)
Ayat 5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al-Hajj 22:5)
1.
KIAMAT
Kiamat merupakan hari dimana kehidupan dunia ini
berakhir. Kiamat sudah pasti akan datang, sudah pasti akan terjadi, pondasi
atas rasa yakin kita sebagai mukmin yang termaktub dalam rukun iman, dan
terkait kapan kiamat itu? hanya Allah Subahanahu Wa'tala, Sang Maha
Pencipta alam semesta yang Maha Mengetahui. Di dalam kitab suci Al-quran banyak
sekali surat dan ayat yang menjelaskan bagaimana kiamat itu. Di sini Lutfi
melihat dari sisi surah al hajj, yang mana pada ayat 1-2 tergambarkan bahwa
hari kiamat sebagai puncak dari akhir zaman yang sangat dahsyat sekali, bahkan
sosok wanita hingga melupakan anak yang disusuinya, ibu-ibu hamil keguguran,
para manusia terlihat seperti mabuk, padahal faktanya itu merupakan azab Allah
yang sangat keras, naudzubillah..
2. SIGN
Tanda
-Tanda Hari Kiamat Menurut Al-Qur’an
(Sumber : CatatanMoeslimah)
Kiamat ada
dua macam yakni kiamat sugra (kiamat kecil) dan kiamat
kubra (kiamat besar). Kiamat sugra ialah hari kematian
seseorang, sedangkan kiamat kubra ialah hari hancurnya alam semesta.
Adapun tanda-tanda kiamat pada pembahasan ini ialah tanda-tanda kiamat kubra.
Allah menyatakan bahwa peristiwa hari kiamat menjadi rahasia-Nya dan tak ada
seorangpun yang tahu termasuk nabi dan malaikat. Rasulullah hanya memberi
penjelasan tentang tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Tanda-tanda itu ada
yang kecil dan besar. Tanda-tanda kiamat kecil muncul jika hari kiamat belum
terlampau dekat. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar muncul setelah hari kiamat
amat dekat (hampir terjadi).
Tanda-Tanda
Kiamat Kecil (‘Alamatus Syughra)
Tanda-tanda kiamat kecil yang nampak
itu jaraknya masih jauh dari kejadian hari kiamat. Adapun tanda-tanda kiamat
kecil itu sebagai berikut:
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya
diantara tanda-tanda hari Kiamat itu yakni diangkatnya ilmu dan kebodohan
nampak jelas, zina tersebar luas, khamar diminum secara leluasa, orang
laki-laki pergi, orang perempuan tetap sehingga ada lima puluh wanita hanya
memiliki satu anak laki-laki sebagai penuntunnya“. (HR. Bukhari &
Muslim).
Penjelasan
hadits tersebut dapat diketahui bahwa tanda-tanda kiamat itu diantaranya:
1.Diangkatnya ilmu dalam arti Allah akan
menshalatkan para ulama (orang yang ahli dalam ilmu agama) dan sulit sekali
mencari penggantinya. Dengan demikian, ulama yang adapun menjadi ulama yang
jahl atau bodoh sehingga ulama itu akan bekerja tidak sesuai dengan disiplin
ilmu yang benar. Akhirnya yang diperoleh adalah kehancuran.
2. Orang-orang Islam semakin bodoh, karena tidak mau belajar dan lebih
terbawa oleh dunia yang semakin modern. Informasi yang masuk lewat media cetak
dan elektronik tanpa filter, sehingga informasi menjadi sarana trend yang
menjadi pedoman hidup. Minuman keras dianggap biasa dan zina merajalela yang
sudah bukan rahasia umum lagi bagi orang-orang yang mengaku beragama Islam.
Peperangan terjadi dimana-mana, pembunuhan kepada sanak sudara sering terjadi bahkan
sampai detik ini.
Tanda-Tanda
Kiamat Besar (‘Alamatu Kubra)
Tanda-tanda kiamat besar berarti
bahwa tanda itu akan terjadi jika kejadian hari kiamat sudah dekat. Rasulullah
saw. bersabda yang artinya: “Bersegeralah kalian dalam beramal (sebelum
datang) enam hal yaitu munculnya dajjal, asap, binatang melata, terbitnya
matahari dari sebelah barat, masalah yang umum (hari Kiamat), dan sesuatu yang
khusus untuk kalian (kematian)“.
1.
Matahari terbit dari ufuk barat
Nabi
bersabda yang artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari
terbit dari debelah barat. Maka apabila matahari terbit dari sebelah barat,
lalu para manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi kelakuan yang
demikian itu disaat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah
beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan
dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu“.
(HR.
Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)
Berita ini
bersumber dari QS. An-Naml ayat 82: “Dan apabila perkataan telah
jatuh atas mereka, kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan
mengatakan kepada mereka“.
Binatang
melata ini keluar dari kota Mekah dekat Gunung Shafa sambil berbicara dengan
kata-kata yang fasih, sedang permukaan bumi penuh dengan keadilan. Daabbatul
ardhi (binatang melata) itu membawa tongkat Nabi Musa as dan cincin
Nabi Sulaiman AS
3. Keluarnya Imam Mahdi
Imam Mahdi
termasuk dealam lingkungan ahlul bait atau keluarga Rasulullah saw., yakni
putri beliau yang bernama Fatimah. Ia menyerupai Rasulullah dalam budi
pekertinya namun tidak pada bentuk dan rupanya. Beliau akan menegakkan kembali
sunnah-sunnah Rasulullah yang mulai banyak berubah dan menegakkan syariat
Islam. Dalam hadits dikatakan bahwa ia akan berkuasa selama tujuh tahun.
4. Keluarnya Dajjal
Dajjal artinya banyak dustanya atau
banyak penipuannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim disebutkan bahwa dajjal pengikutnya sebagian besar bangsa Yahudi. Ia
akan membawa api dan air, maka apa yang dilihatkan air itu
sebenarnya api yang membakar dan apa yang dilihat oleh orang banyak sebenarnya
api itu adalah air yang dingin dan tawar. Maka barang siapa menemuinya
hendaklah mengambil air tawar.
Dikala itu
ia mengaku sebagai Tuhan dan berusaha keras agar seluruh umat manusia mengikuti
ajakannya. Ia akan berusaha agar manusia berpaling dari agama yang benar.
Selain itu, ia juga akan membuat keanehan yakni hal-hal yang luar biasa yang
dipertontonkan kepada manusia. Banyak orang yang akan terpedaya oleh dajjal
kecuali orang-orang mukmin yang diteguhkan hatinya oleh Allah SWT. Ia akan mati
terbunuh oleh kaum mukmin dibawah pimpinan Nabi Isa as.
5.
Turunnya Nabi Isa AS
Nabi Isa
as turun di negeri Syam di menara putih dan akan keluar pada saat Dajjal sedang
jaya-jayanya dan amat berkuasa sekali. Beliau yang akan membunuh dajjal dan
beliau akan menjadi hakim yang adil serta menjadi pemimpin yang memutuskan
sesuatu dengan jujur. Beliau juga akan membuat makmur manusia sehingga saking
makmurnya, tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah. Pada waktu itu,
sujud lebih bernilai daripada dunia dan seisinya.
6. Keluarnya
bangsa Ya’juj dan Ma’juj
Ayat yang
menyinggung tentang Ya’juj dan Ma’juj terdapat dalam surat Al-Kahfi
ayat 98-99. Berdasarkan beberapa hadits dapat disimpulkan bahwa pada zaman
Raja Zulkarnain terdapat dua macam bangsa yakni Ya’juj dan Ma’juj. Perilakunya
gemar sekali merusak dan membuat onar negara. Ya’juj dan Ma’juj ialah
dua anak cucu Adam keturunan dari bangsa Turki dan keturunan Yafit bin Nuh.
Mereka terkurung dibelakang dinding yang dulunya dibangun oleh Zulkarnain untuk
mereka karena mereka banyak berbuat kejahatan dan kerusakan. Dinding penghalang
tersebut dibangun diantara dua gunung yang besar dan sangat kokoh sehingga
mereka tidak dapat memanjat dinding tersebut.
7. Keluarnya
asap (dukhan)
Dalam QS. Ad-Dukhan ayat
10-12 dijelaskan bahwa asap yang menutupi umat manusia ini merupakan
azab yang pedih yang dialami umat manusia. Manusia berkata: “Wahai Tuhan
kami, semoga Engkau melenyapkan siksa ini dari kami semua. Sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang beriman“.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
oleh Hudzaifah disebutkan bahwa pada waktu itu asap akan menutupi
seluruh alam semesta dari timur sampai ke barat selama 40 hari. Bagi orang
mukmin, asap itu hanya sebagai pilek namun untuk orang kafir, asap itu membuat
ia mabuk dan asap itu akan keluar dari hidungnya, kedua matanya, telinganya
bahkan dari duburnya.
8. Terpecahnya
bulan
Hal tersebut diterangkan dalam QS.
Al-Qamar ayat 1 yang artinya: “Telah dekat datangnya saat (kiamat)
itu, dan telah terbelah bulan“.
9.
Terdengarnya tiupan terompet sangkakala
Kejadian hari kiamat itu begitu
dahsyat dan hebatnya, sehingga tidak bisa digambarkan atau diperkirakan dengan
sejelas-jelasnya. Datangnya kiamat ditandai dengan tiupan sangka kala seperti
dalam firman Allah QS. An-Naml ayat 87 yang artinya: “Dan
ingatlah hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di
langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dari semua mereka
datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri“.
Dari Ibnu Abbas ra, Nabi bersabda: “Tatkala
Allah telah menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan terompet. Dan
terompet itu mempunyai sebelas bundaran, kemudian Allah memberikan terompet itu
kepada Malaikat Israfil, sedang Israfil meletakkannya dpada mulutnya serta
pandangannya diarahkan ke Arsy, sambil menanti kapan dia diperintah“.
Nabi bersabda: “Terompet itu ialah
seperti tanduk besar dari cahaya. Demi Dzat Yang telah mengutus saya dengan
sebenarnya sebagai Nabi, besar masing-masing bundaran didalam terompet itu
seperti lebarnya langit dan bumi. Terompet itu akan ditiup sebanyak tiga
kali; yaitu tiupan kejutan yang menakutkan, tiupan kematian dan tiupan
kebangkitan“.
3. FACT
Peristiwa dan Fakta tanda-tanda
kiamat yang sudah terjadi
Sumber : (TRIBUN.NEWS)
1. Gunung-Gunung di Makkah Mulai Berlubang
Nabi juga
menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi jika gunung-gunung di Kota Mekkah sudah
berlubang. Hal ini tentu sulit dipahami oleh masyarakat pada masa kehidupan
Nabi. Namun ternyata hal itu sudah terjadi saat ini.
Gunung-gunung
di Kota Mekkah kini sudah berlubang dalam bentuk terowongan. Makkah juga dijuluki Kota Terowongan
karena memiliki puluhan terowongan.
Pada 2011
saja, Makkah memulai pembangunan 55
terowongan melalui pegunungan dan sejumlah ruas jalan.
Sebanyak
10 di antaranya merupakan terowongan pejalan kaki dan sisanya untuk kendaraan
bermotor. Jalur pejalan kaki dan kendaraan bermotor dibuat terpisah. Total
panjang terowongan adalah 30 kilometer.
Rasulullah
SAW bersabda “Jika kamu lihat gunung-gunung di Mekkah ada lubang yang
menembusinya”
Selain
itu, Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari
ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah
ibn Amr, lalu beliau berkata: "Bagaimana pendapat kalian, jika kalian
hancurkan Ka’bah dan tidak menyisakan ada batu yang masih menumpuk?
Mereka
menjawab: oleh kita yang beragama Islam? Beliau menjawab: benar, kalian yang
beragama Islam. Seseorang bertanya: lalu apa lagi? Beliau menjawab: kemudian ia
akan dibangun dengan yang lebih bagus darinya. Apabila kalian telah melihat
galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya
menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah
mendekatimu.
2.
Bangunan Tinggi Melebihi Gunung
Nabi
Muhammad SAW mengabarkan bahwa salah satu tanda bahwa kiamat sudah dekat adalah
ketika di banyak bangunan yang tingginya melebihi gunung.
Dalam
sebuah riwayat dijelaskan bahwa bangunan-bangunan tingginya begitu menjulang.
Ibnu
Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia
berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu
beliau berkata:
“Apabila
kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang
tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu.
(HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)
Dalam
riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi hingga
gunung-gunung hilang dari tempatnya dan kalian melihat perkara besar yang belum
kalian lihat" (HR.Thabrani).
Pada zaman
kehidupan Nabi, Kota Mekkah masih sangat tandus dan tidak terbayang akan
berdiri bangunan-bangunan tinggi seperti saat ini. Dan apakah yang terjadi saat
ini di Mekkah?
Tidak lain
dan tidak bukan kota suci umat Islam ini kini tidak ubahnya Las Vegas di
Amerika Serikat. Bahkan di di halaman Masjidil Haram akan dibangun Mecca Royal
Clock Hotel Tower.
Tinggi
gedung ini direncanakan berketinggian lebih dari 601 dan hanya selisih 200
meter dari gedung tertinggi dunia saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.
Bagiamana
dengan Arab Saudi yang saat ini tengah membangun gedung tertinggi di dunia
hingga menembus awan.
Rencananya,
tinggi gedung bernama Jeddah Tower ini lebih dari 1 kilometer (Km) dan akan
mengalahkan Burj Khalifa yang selama ini memegang rekor di Guinness World
Record sebagai gedung tertinggi dunia yang ada di Dubai.
Dalam
sebuah riwayat dijelaskan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril menemui
Rasullullah Saw dengan wujud manusia.
Ia datang
dengan mengenakan pakaian yang teramat putih warna rambut yang hitam kelam.
Ia datang
berdialog dengan Rasullullah dan memberikan pengajaran kepada sahabat. Jibril
bertanya tentang Islam, Iman , dan Ihsan kemudian Jibril bertanya tentang tanda
kiamat, di antara jawaban nabi ialah:
"Dan
bila engkau menyaksikan mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian,
fakir dan pengembala kambing (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang
tinggi" (HR.Bukhari)
Di hadist
lain di sebutkan, Kemudian sahabat Ibnu abbas bertanya : "Wahai
Rasullullah, dan siapakah para pengembala, orang tidak memakai sandal, dalam
keadaan lapar dan yang miskin itu" Beliau menjawab "Orang arab"
(Musnad Ahmad, IV/332-334,NO 2926)
3.
Bayangan Ka'bah Tidak Lagi Tampak
Baginda
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa kiamat akan terjadi jika Al-Sa’ah telah
membentang bayangannya sehingga bayangan Kabbah tidak lagi tampak. Al-Sa’ah
merupakan salah satu dari pengertian kiamat.
Sementara
di Arab, Al-Sa’ah juga bermaksud sebagai jam. Karena itu Sheikh mengartikan
secara langsung waktu kiamat yang hampir juga terjadi apabila bayang menara jam
menutupi Kaabah.
Imam As
Sayuti berkata megenai perkara ini, bahwa masanya sudah sangat hampir bila kamu
ambil maksud tersebut secara langsung. Sekarang bayang-bayang menara jam sudah
menutupi kabah. Mecca Royal Clock akan menutupi bayang-bayang Kabah.
4. PREPARE
Sumber :
(Kajianmasjid.wordpress)
Pada zaman Nabi, para sahabat sangat
perhatian mengenai akhir zaman dan bahkan menganggap zaman mereka adalah
sebagai akhir zaman.
Hal tersebut ternyata dampaknya luar biasa terhadap peningkatan keimanan mereka serta menjadi pemicu dan pemacu dlm amal kebaikan para sahabat.
Hal tersebut ternyata dampaknya luar biasa terhadap peningkatan keimanan mereka serta menjadi pemicu dan pemacu dlm amal kebaikan para sahabat.
Saat
ini kita berada pada fase keempat dari lima fase kehidupan umat Islam. Pada
akhir fase ini sebagian tanda tanda akhir zaman akan muncul diantaraanya adalah
Ad dukhon atau asap tebal panas yg menyelimuti manusia selama 40 hari hingga
kita tidak bisa melihat apapun karena keadaan gulap gulita. Pada saat itu,
kondisi orang orang kafir akan melepuh wajah dan tubuhnya akibat asap panas
tersebut.
Fase keempat ini adalah fase fitnah
karena :
1. Bersatunya seluruh kubu setan menghancurkan Islam dan para pemeluknya baik setan jin maupun setan dari jenis manusia
– banyak umat Islam yg murtad dari agamanya
2. Tekanan hidup dan kezaliman merajalela diseluruh bumi
– banyak umat islam yg putus asa hidup
– banyak terjadi kekurangan makanan
3. Bencana alam dan petaka2 besar dimana2 dan musnahnya teknologi
– banyak muncul penyakit dan rumah sakit ditutup karena ketiadaan teknologi
1. Bersatunya seluruh kubu setan menghancurkan Islam dan para pemeluknya baik setan jin maupun setan dari jenis manusia
– banyak umat Islam yg murtad dari agamanya
2. Tekanan hidup dan kezaliman merajalela diseluruh bumi
– banyak umat islam yg putus asa hidup
– banyak terjadi kekurangan makanan
3. Bencana alam dan petaka2 besar dimana2 dan musnahnya teknologi
– banyak muncul penyakit dan rumah sakit ditutup karena ketiadaan teknologi
Fase keempat inilah masa dimana
seluruh dunia terjadi
– Perampokan
– Pembunuhan dimana mana
– Perang dan perang
– Perampokan
– Pembunuhan dimana mana
– Perang dan perang
PERSIAPAN PERSIAPAN AKHIR ZAMAN
1. ILMU DAN IMAN
Orang yang berilmu akan berbeda dengan orang yang tidak berilmu
Contoh dalam menghadapi belut yang bisa menjadi santapan manusia dan menghadapi ular tanah yang sangat berbahaya
Orang yang berilmu akan berbeda dengan orang yang tidak berilmu
Contoh dalam menghadapi belut yang bisa menjadi santapan manusia dan menghadapi ular tanah yang sangat berbahaya
Berikut ilmu yang diperlukan terkait
persiapan akhir zaman:
– ilmu tentang karakter dan seluk beluk akhir zaman. Tujuannya agar dia tidak terombang ambing dalam kehidupan dunia
– ilmu aqidah dan tauhid yg shahih sesuai dengan pemahaman generasi salaf. (baca buku zikir akhir zaman hal 193/hadits shahih)
– ilmu tentang karakter dan seluk beluk akhir zaman. Tujuannya agar dia tidak terombang ambing dalam kehidupan dunia
– ilmu aqidah dan tauhid yg shahih sesuai dengan pemahaman generasi salaf. (baca buku zikir akhir zaman hal 193/hadits shahih)
Fitnah Duhaimah
Umat islam nanti akan terbagi dalam dua kelompok yaitu yg penuh murni imannya tanpa ada kemunafikan sedikitpun dan kelompok munafiq yang tidak sedikitpun tersisa iman dlm hatinya
Penghujung fitnah duhaimah adalah ketika dajjal keluar
Bila selamat dalam fitnah ini maka ia akan selamat dari fitnah Dajjal
Umat islam nanti akan terbagi dalam dua kelompok yaitu yg penuh murni imannya tanpa ada kemunafikan sedikitpun dan kelompok munafiq yang tidak sedikitpun tersisa iman dlm hatinya
Penghujung fitnah duhaimah adalah ketika dajjal keluar
Bila selamat dalam fitnah ini maka ia akan selamat dari fitnah Dajjal
– ilmu tentang karakteristik musuh
musuh Islam dan memastikan kita tidak termasuk golongan mereka. Mereka adalah
calon pengikut Dajjal (baca Ensiklopedi Akhir Zaman hal 846-853)
Diantara musuh musuh Islam yaitu
* kaum Yahudi
* kaum pendurhaka dan ahli maksiat dan kaum hawariz (suka mengkafirkan orang lain)
* orang-orang sesat dan menyimpang dan pelaku bid’ah a”qodiyah (syiah, ahmadiyah, dll)
Diantara musuh musuh Islam yaitu
* kaum Yahudi
* kaum pendurhaka dan ahli maksiat dan kaum hawariz (suka mengkafirkan orang lain)
* orang-orang sesat dan menyimpang dan pelaku bid’ah a”qodiyah (syiah, ahmadiyah, dll)
– ilmu tentang karakteristik
firqatunnajiyah & thaifah almansurah dan pastikan kita salah seorang
diantara mereka.
Kata Nabi : umat Islam nanti akan terbagi dalam 73 gol namun hanya 1 golongan yang masuk surga. Apa saja karakteristiknya insyaAllah akan dibahas tema mendatang.
Kata Nabi : umat Islam nanti akan terbagi dalam 73 gol namun hanya 1 golongan yang masuk surga. Apa saja karakteristiknya insyaAllah akan dibahas tema mendatang.
2.
PERSIAPAN
MATERI
Materi
bukanlah yg utama namun tetap penting untuk dipersiapkan.
a) tanam pohon kurma dan sedia stock kurma yg masih berdahan di rumah rumah
Hadits :
“Jika Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang diantaramu ada sebuah biji kurma, lalu ia mempunyai kesempatan untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia tanamkan, karena dengan demikian ia akan mendapatkan pahala.”
a) tanam pohon kurma dan sedia stock kurma yg masih berdahan di rumah rumah
Hadits :
“Jika Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang diantaramu ada sebuah biji kurma, lalu ia mempunyai kesempatan untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka hendaklah ia tanamkan, karena dengan demikian ia akan mendapatkan pahala.”
Penelitian Ust Muhaimin Iqbal : 1
batang kurma hasilnya sama dg 1 ha sawit
Pohon kurma paling awet dan tahan lama
Thailand sdh 17 tahun mulai menanam kurma
b). buat sumur-sumur manual di rumah
c). mengemaskan dan memperakkan uang kertas kita karena nanti manusia akan kembali pakai uang emas dan perak
Amerika dan Yahudi aja sudah mulai menyimpan cadangan emasnya.
Usahakan jangan simpan di bank karena saat era teknologi nanti akan berakhir, kita tidak bisa mengambil uang tersebut dari bank.
d). mempersiapkan alat-alat penting kehidupan yang manual seperti kompor sumbu, korek api, lilin, minyak tanah, lampu badai dll
e). menyiapkan alat-alat survival yang manual seperti tenda dll
f). masker dan kaca mata renang
Masker utk antisipasi ad dukhon
g). memiliki alat beladiri manual seperti samurai, double stick, baju anti senjata tajam dll
h). Memiliki alat-alat dan obat obatan thibunnabawi seperti bekam dan segala perangkatnya
Pohon kurma paling awet dan tahan lama
Thailand sdh 17 tahun mulai menanam kurma
b). buat sumur-sumur manual di rumah
c). mengemaskan dan memperakkan uang kertas kita karena nanti manusia akan kembali pakai uang emas dan perak
Amerika dan Yahudi aja sudah mulai menyimpan cadangan emasnya.
Usahakan jangan simpan di bank karena saat era teknologi nanti akan berakhir, kita tidak bisa mengambil uang tersebut dari bank.
d). mempersiapkan alat-alat penting kehidupan yang manual seperti kompor sumbu, korek api, lilin, minyak tanah, lampu badai dll
e). menyiapkan alat-alat survival yang manual seperti tenda dll
f). masker dan kaca mata renang
Masker utk antisipasi ad dukhon
g). memiliki alat beladiri manual seperti samurai, double stick, baju anti senjata tajam dll
h). Memiliki alat-alat dan obat obatan thibunnabawi seperti bekam dan segala perangkatnya
JIKA SUDAH DEKAT
Misalnya bila sudah ada info perkiraan resmi bahwa meteor akan jatuh menabrak bumi atau misalnya bila sudah terjadi gonjang ganjing di Arab Saudi
**) hijrahlah ke pedusunan
Bentuk kawasan hijrah bersama orang-orang beriman agar saling jaga menjaga dan saling melindungi.
Mulai sekarang kumpulkanlah temen-teman orang beriman yang paham akan akhir zaman untuk membuat suatu kawasan khusus contohnya Ust. Arifin Ilham di Sentul
**) jual aset aset dan barang berteknologi
Uang yg ada untuk bayar utang-utang atau emaskan uang itu segera
Misalnya bila sudah ada info perkiraan resmi bahwa meteor akan jatuh menabrak bumi atau misalnya bila sudah terjadi gonjang ganjing di Arab Saudi
**) hijrahlah ke pedusunan
Bentuk kawasan hijrah bersama orang-orang beriman agar saling jaga menjaga dan saling melindungi.
Mulai sekarang kumpulkanlah temen-teman orang beriman yang paham akan akhir zaman untuk membuat suatu kawasan khusus contohnya Ust. Arifin Ilham di Sentul
**) jual aset aset dan barang berteknologi
Uang yg ada untuk bayar utang-utang atau emaskan uang itu segera
PERSIAPAN FISIK DAN KEAHLIAN
– Tidak gemuk, berjantung sehat, kuat lari dan mendaki
Mulai sekarang latihlah ke masjid dengan berjalan kaki
– ahli dengan ilmu dan praktek survival
– mahir memanah dan berkuda
– memanah diatas kuda
– menguasai ilmu perobatan Islam
minimal 1 org dalam satu keluarga menguasai hal tsb.
– mengilmui ruqyah dan praktiknya
– menjauhi makanan beralkohol dan apapun yg instan
– tdk mengkonsumsi obat obatan haram atau berkimia
– biasakan memgkonsumsi makanan2 sunah dan herbal islami
– stop bermaksiat (hal 221) krn maksiat melemahkan fisik dan iman.
– berlomba-lomba dalam amal sholeh
– Tidak gemuk, berjantung sehat, kuat lari dan mendaki
Mulai sekarang latihlah ke masjid dengan berjalan kaki
– ahli dengan ilmu dan praktek survival
– mahir memanah dan berkuda
– memanah diatas kuda
– menguasai ilmu perobatan Islam
minimal 1 org dalam satu keluarga menguasai hal tsb.
– mengilmui ruqyah dan praktiknya
– menjauhi makanan beralkohol dan apapun yg instan
– tdk mengkonsumsi obat obatan haram atau berkimia
– biasakan memgkonsumsi makanan2 sunah dan herbal islami
– stop bermaksiat (hal 221) krn maksiat melemahkan fisik dan iman.
– berlomba-lomba dalam amal sholeh
PERSIAPAN RUHIYAH DAN AMALAN
1. Shalat 5 waktu jamaah di masjid
2. Bentuk dan bersatu dengan orang-orang sholeh yg beriman dan bertauhid yg paham ttg akhir zaman
3. Istiqomah dengan amalan-amalan sunnah yg paling besar pahalanya
* sholat sunah rawatib qobliyah badiyah
* tahajud , dhuha, sholat sunnah syuruq
* puasa sunnah senin kamis, daud, ayyamul bidth dl.
* umrah pada bulan Ramadhan (ssbaiknya full satu bulan)
* mengejar pahala besar paket jumat
Hadits:
Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi).
1. Shalat 5 waktu jamaah di masjid
2. Bentuk dan bersatu dengan orang-orang sholeh yg beriman dan bertauhid yg paham ttg akhir zaman
3. Istiqomah dengan amalan-amalan sunnah yg paling besar pahalanya
* sholat sunah rawatib qobliyah badiyah
* tahajud , dhuha, sholat sunnah syuruq
* puasa sunnah senin kamis, daud, ayyamul bidth dl.
* umrah pada bulan Ramadhan (ssbaiknya full satu bulan)
* mengejar pahala besar paket jumat
Hadits:
Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi).
* hafalkan QS Al Jahfi 10 ayat
pertama atau terakhir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi agar terlindung dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan akhir-akhir surat Al Kahfi yang dibaca. Intinya, surat Al Kahfi yang dibaca bisa awal atau akhir surat. Dan yang lebih sempurna adalah menghafal seluruh ayat dari surat tersebut.
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal” (HR. Muslim no. 809).
Dari An Nawas bin Sam’an, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ
“Barangsiapa di antara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfi” (HR. Muslim no. 2937).
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ ». قَالَ حَجَّاجٌ « مَنْ قَرَأَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ سُورَةِ الكَهْفِ »
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” Hajjaj berkata, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi” (HR. Ahmad 6: 446)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi agar terlindung dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan akhir-akhir surat Al Kahfi yang dibaca. Intinya, surat Al Kahfi yang dibaca bisa awal atau akhir surat. Dan yang lebih sempurna adalah menghafal seluruh ayat dari surat tersebut.
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal” (HR. Muslim no. 809).
Dari An Nawas bin Sam’an, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ
“Barangsiapa di antara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfi” (HR. Muslim no. 2937).
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ ». قَالَ حَجَّاجٌ « مَنْ قَرَأَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ سُورَةِ الكَهْفِ »
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” Hajjaj berkata, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi” (HR. Ahmad 6: 446)
* targetkan khatam Al Quran lebih
sering dengan suara Jahr karena Al Quran akan membentengi kita
AMALAN PEMBENTENG YG PALING KUAT
1. Sedekah dan infaq
mampu menahan bencana sedahsyat apapun bencananya
Pada hakekatnya harta kita adalah apa yang kita persembahkan kpd Allah
2. Hafal banyak surat-surat dan ayat-ayat Al Quran
Orang yang hafal Quran badannya tdk akan hancur saat dikubur
Contoh Pesantren selamat saat Tsunami di Aceh
mampu menahan bencana sedahsyat apapun bencananya
Pada hakekatnya harta kita adalah apa yang kita persembahkan kpd Allah
2. Hafal banyak surat-surat dan ayat-ayat Al Quran
Orang yang hafal Quran badannya tdk akan hancur saat dikubur
Contoh Pesantren selamat saat Tsunami di Aceh
Di akhirat, bacaan dan hafalan
meningkatkan derajat dan tingkatan surga
3. Doa
Memperbanyak baca doa. Baca buku Zikir Akhir Zaman.
– Doa agar tegar dan kuat menghadapi musuh (hal 168)
– Doa dan zikir menghancurkan kekuatan musuh (hal 170)
– Doa dan zikir agar selamat dari pembantaian (hal 175)
– Doa minta syahid dan husnul khotimah
– Doa dan zikir menghadapi sakit dan penderitaan (hal 183)
– Doa agar tdk sesat dsn murtad (hal 196)
– Doa agar istiqomah beribadah (hal 199)
– Doa selamat dari seluruh apapun bentuk bencana (hal 240)
Memperbanyak baca doa. Baca buku Zikir Akhir Zaman.
– Doa agar tegar dan kuat menghadapi musuh (hal 168)
– Doa dan zikir menghancurkan kekuatan musuh (hal 170)
– Doa dan zikir agar selamat dari pembantaian (hal 175)
– Doa minta syahid dan husnul khotimah
– Doa dan zikir menghadapi sakit dan penderitaan (hal 183)
– Doa agar tdk sesat dsn murtad (hal 196)
– Doa agar istiqomah beribadah (hal 199)
– Doa selamat dari seluruh apapun bentuk bencana (hal 240)
-
Zikir
pelindung dari bahaya dukhon (hal 288 dan 294)
5. ACTION
Maka, hendaknya sebagai mukmin yang sejati yang mengimani hari kiamat
sebagai rukun iman ke-5, dengan ketauhidan yang kuat dan nikmat iman taqwa,
kita dapat mengisi hal-hal bermanfaat dalam kehidupan kita. setiap detik adalah
ibadah, setiap detik selalu dekat bersama Allah, setiap kesempatan kebaikan
untuk menolong sesama dalam hal positif ditegakkan, karena kita tak tahu amal
mana yang dapat mengantarkan kita ke surga. Terdapat 4 sifat sang penghuni
surga yang mana Allah mengharamkannya masuk ke dalam neraka, 4 sifat tersebut
antara lain:
(Sumber : Alvin Al-Rusyda.blogspot)
Rasulullah
صلى الله عليه وآله وسلم bersabda,
"Maukah
kalian Aku tunjukkan orang yang Haram baginya Tersentuh Api Neraka?" Para
sahabat berkata, " Mau, wahai Rasulullah!"
Beliau menjawab: "Yang Haram tersentuh
Api Neraka adalah orang yancg Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl."
(Hadist Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
Hayyin :
Tidak
mudah Memaki,
Tidak
Mudah Melaknat
serta
Teduh jiwanya.
Layyin : Orang yang selalu
menginginkan
Kebaikan
untuk
sesama Manusia,
Sikapnya
Lembut,
Santun.
Qarib : Menyenangkan
bagi
orang
yang
diajak Bicara,
Bersikap
Ramah, Akrab.
dan
Sahl : Orang yang tidak
LMempersulit
sesuatu.
Selalu ada
Solusi
bagi
setiap
Permasalahan.
Ibadah yang baik akan berbuah akhlak
yang indah melalui ikhtiar yang luar biasa. Semoga kita termasuk di dalam
keempat sifat tersebut dan kelak hidup kita kekal di Surga Firdaus, Aamiin.
Lalu, sikap kaum muslim terhadap
fitnah akhir zaman bagaimana?
Sumber : (www.hambaAllah.net)
Fitnah
bagaikan potongan malam kelam, Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah
fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan
orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan
dan menjauhi kebenaran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat
adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah
fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika
seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya
ada dua pilihan :
- Dia
segera mencari jalan-jalan keselamatan dan berusaha mengeluarkan diri dari
musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Hal ini merupakan keharusan yang
harus ditempuh bagi orang yang berakal.
- Atau
Dia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah
tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
Fitnah-fitnah
sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling
berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim
untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada
Kitabullah dan Sunnah Rasul ﷺ.
Dan
hendaknya kita juga waspada agar tidak menjadi penebar fitnah (bencana) atau
mendatangi atau condong kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya.
Kita
semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling
bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak tersebut. Dengan cara
yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka
akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan.
Allah ﷻ berfirman :
“Dan
peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)
Ketahuilah
wahai saudaraku, bahwa dunia ini adalah batu ujian dan cobaan.
Allah ﷻ berfirman :
“Agar Dia
menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (Huud: 7)
Dan
bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang
berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana).
Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalamnya dan menjadi penyeru
kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.
Lalu
bagaimana sikap kita dalam menghadapi berbagai macam fitnah diatas...?
Adapun
beberapa point dibawah ini bisa kita jadikan acuan dalam mempersiapkan
datangnya fitnah fitnah akhir zaman, antara lain :
·
Berdo’a
kepada Allah ﷻ minta perlindungan dari fitnah. Rasulullah ﷺ bersabda :
تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Berlindunglah
kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang
tersembunyi” (HR
Muslim : 2867).
·
Memperbanyak
amal shalih dan meningkatkan ke-takwa-an secara umum.
Dari Abu
hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا.
“Segeralah
kalian beramal sebelum datangnya fitnah laksana potongan gelap malam gulita,
seseorang paginya beriman sorenya sudah kafir, sorenya beriman paginya sudah
kafir, dia menjual agamanya dengan harta dunia” (HR Muslim : 118)
·
Menjaga
lisan dari berkomentar dari setiap apa yang kita dengar. Khususnya dalam
perkara kontemporer yang terjadi pada kaum muslimin [Nawazil]. Lebih lebih
komentar dan bicara di medsos yang lebih mudah penyebarannya ibarat angin
berhembus.
Siapa yang
layak bicara dalam masalah ini...? Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
الْعَالِمُ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَأَقْوَالِ الصَّحَابَةِ؛ فَهُوَ الْمُجْتَهِدُ فِي أَحْكَامِ النَّوَازِلِ
“Orang
yang alim terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya dan perkataan para shahabat,
maka dialah mujtahid (ahli ijtihad) pada perkara-perkara Nawazil”. (I’lamul Muwaqi’in 4/212)
Dalam
kondisi fitnah jangan mudah menshare berita atau komentar sebelun di cek
kebenarannya.
Allah ﷻ berfirman :
وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Dan
apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan,
mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan
Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui
kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).
Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu
mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS An-Nissa : 83)
Tidak
setiap apa yang kita dengar layak untuk diucapkan.
Al-Hafizh
Ibnu Hajar rahimahullah berkata ketika menjelaskan perkataan ‘Ali bin Abi
Tholib :
حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ
“Berbicaralah
kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui, apakah kalian ingin Allah dan
Rasul-Nya didustakan ?”.
·
Tetap
berusaha untuk menuntut ilmu syar’i dengan menghadiri majlis majlis ilmu,
karena dengan memahami syari’at ini dengan benar ia akan punya filter
tidak mudah ikut ikutan terbawa arus dengan fitnah, tidak mudah mengikuti emosi
atau perasaannya, tapi kokoh dengan ilmunya, sehingga akan selamat dari fitnah.
Dari Abu
Bakrah radhiyallahu anhu ia berkata :
عَصَمَنِي اللَّهُ بِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا هَلَكَ كِسْرَى، قَالَ: “مَنْ اسْتَخْلَفُوا؟ ” قَالُوا: ابْنَتَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً”، قَالَ: فَلَمَّا قَدِمَتْ عَائِشَةُ يَعْنِي البَصْرَةَ ذَكَرْتُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَصَمَنِي اللَّهُ بِهِ: هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ
Allah
telah menjagaku dari fitnah (perang jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang
aku dengar dari Rasulullah ﷺ ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, “siapa
penggantinya?” Para Sahabat menjawab, “putrinya”, maka beliau
pun bersabda, “Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan
mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan”. Abu Bakrah radhiyallahu anhu
berkata, “Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits
Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan
fitnah yaitu peperangan jamal)” (HR Tirmidzi : 2262)
·
Bersabar
tidak mudah melakukan tindakan yang hanya mengikuti perasaan dan hawa nafsu.
اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ
‘Bersabarlah,
sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk
daripadanya, sampai kalian menjumpai Rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari
Nabi kalian ﷺ.’ (HR Bukhari : 7068)
Diantara
bentuk yang wajib kita hindari di zaman fitnah adalah tidak memberontak kepada
penguasa muslim yang dzalim, karena mudharat yang ditimbulkannya akan jauh
lebih besar daripada maslahat yang didapatkan, bahkan ketika dibolehkan pun
untuk memberontak kepada penguasa yang jelas jelas kekufurannya, tanpa adanya
syubhat, tetap di syaratkan adanya kemampuan serta tidak adanya kemudharatan,
kalau tidak maka kita diperintah untuk bersabar.
Dari
‘Ubadah bin As Shamit radhiyallahu anhu ia berkata :
أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ»، قَالَ: «إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيهِ بُرْهَانٌ
“Kami
berbai’at (kepada Rasulullah ﷺ) untuk senantiasa mendengar dan taat
(kepada para pemimpin) baik dalam perkara yang kami senangi atau yang kami
benci, dalam kesusahan maupun dalam kemudahan, dan juga ketika pemerintahan
bersikap mementingkan diri mereka sendiri. Dan kami tidak diperbolehkan untuk
mencabut urusan pemerintahan dari orang yang menjabatnya, Beliau bersabda,
“kecuali jika kalian melihat adanya kekafiran yang nyata, maka ketika itu
kalian memiliki keterangan yang nyata di hadapan Allah Ta’ala.” ( HR. Bukhari : 7055 dan Muslim
: 1709).
Namun
dilarang mentaati pemimpin dalam perkara kemaksiatan.
Diriwayatkan
dari ‘Abdurrahman bin ‘Ali radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
لَا طَاعَةَ فِيْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ.
“Tidak ada
ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanyalah
dalam kebaikan” (HR
Muslim : 1840)
Wajib
bersabar atas kedzaliman pemimpin, dengan tetap memberikan nasehat bagi yang
mampu sesuai dengan kapasitasnya.
Diriwayatkan
dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi ﷺ beliau bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ، إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
“Barangsiapa
yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia bersabar
atas hal tersebut. Karena barangsiapa yang meninggalkan jama’ah (persatuan kaum
muslimin) satu jengkal kemudian ia meninggal dunia, kecuali ia meninggal dunia
seperti mati jahiliyah.” (HR
Bukhari : 7054, Muslim : 1849)
Rasulullah
ﷺ bersabda :
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ، فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ
Barang
siapa yang ingin menasehati para penguasa dengan suatu urusan maka janganlah
dengan terang terangan, akan tetapi pegang tangannya berdua-anlah kalau
diterima nasehat kita itu yang kita harapkan, dan kalau tidak mau maka sungguh
engkau telah menyampaikannya (HR
Ahmad : 15369, dishahihkan oleh Al Albani di kitab Fi Dzilalil Jannah : 1096).
Demikianlah
semoga menjadi bahan renungan bagi kita khususnya yang relevan pada zaman
fitnah sekarang ini, dimana semakin diam tidak ikut ikutan kedalam fitnah in
sha Allah semakin selamat, Rasulullah ﷺ telah memperingatkan dalam sabdanya :
سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ فَمَنْ وَجَدَ مِنْهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِه
“Akan
terjadi fitnah, ketika itu yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang
berdiri lebih baik dari pada yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada
yang berlari, barangsiapa berusaha menghadapi fitnah itu, justru fitnah itu
akan mempengaruhinya, maka barangsiapa mendapat tempat berlindung atau base
camp pertahanan, hendaklah ia berlindung diri di tempat itu (HR Bukhari : 3601, Muslim
:2886 ).
Lantas, Bagaimana sikap orang
kafir terhadap hari kiamat?
Sumber : (rizkacorner.blogspot)
Sumber : (rizkacorner.blogspot)
A. Al
Ahzab ayat 63
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ
قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ
تَكُونُ قَرِيبًا (٦٣)
B. Terjemahan
:
63.
manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi
Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu
sudah dekat waktunya.[1]
Manusia bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tentang
hari Kiamat dengan maksud meminta disegerakan, para musryik bertanya-tanya
dengan maksud memperolok-oloknya, karena mereka tidak percaya adanya hari
bangkit (manusia yang sudah meninggal dihidupkan kembali). Sedangkan
orang-orang munafik bertanya untuk mempersulit Rasul dalam menjawabnya. Berbeda
lagi dengan orang Yahudi, mereka bertanya hanya untuk menguji, agar mereka
mengetahui apakah Nabi Muhammad akan menjawab bahwa dia tidak mengetahuinya
ataukah Nabi akan menjawab dengan menentukan saatnya. Kemudian diantara
mereka ada yang bertanya, “Yakni kapan terjadinya?”. Nabi menjawab
bahwa tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, aku dan selainku tidak
mengetahui kapan terjadinya, namun kamu janganlah menganggapnya lambat. Dekat
atau jauh kiamat tidak ada faedahnya, yang ada faedahnya adalah rugi atau
beruntung, celaka atau bahagia, apakah seorang hamba berhak mendapatkan azab
atau berhak mendapatkan pahala di hari itu? Inilah yang perlu diberitahukan.
Maka di ayat selanjutnya disebutkan sifat orang yang berhak mendapatkan azab
dan sifat azabnya, karena azab tersebut sesuai dengan mereka yang mendustakan
kiamat.[2]
D. Kata-kata
Kunci :
1. السَّاعَةِ : Hari Kiamat
2. مَا
يُدْرِيكَ :
Apakah yang memberitahukan kepadamu tentang saat terjadinya kiamat
E. Tafsiran
Yas-alukan naasu ‘anis saa’ati = Orang-orang bertanya kepadamu tentang hari
kiamat.
Orang-orang sering menyampaikan pertanyaan ini. Yaitu, kapankah terjadinya
hari kiamat. Orang-orang musryik bertanya tentang itu dengan sikap menginginkan
hari itu segera terjadi dengan cara mengejek dan mengolok-olok. Sedangkan
orang-orang munafik menanyakan hal itu dengan sikap keras kepala, yang
sebenarnya mengerti jawaban apakah yang akan disampaikan oleh Rasulullah.
Memang ada juga diantara kaum mukmin bertanya tentang masa kedatangannya,
tetapi bukan karena tidak percaya. Diriwayatkan bahwa ada seorang yang bertanya
kepada Nabi Muhammad Saw: “Kapankah datangnya hari kiamat?” Nabi balik
bertanya: “Apakah yang engkau persiapkan untuknya?” Dia menjawab: “Demi Allah
wahai Rasul, aku tidak mempersiapkan untuknya banyak shalat, dan tidak juga
banyak puasa. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka Nabi Saw bersabda:
“Engkau akan bersama dengan siapa yang engkau cintai.” (HR. Bukhari Muslim
melalui Anas). Kebanyakan kaum mukminin yang bertanya tentang hari kiamat
adalah karena terdorong oleh rasa ingin tahu tentang yang gaib baik menyangkut
kenikmatan ukhrawi maupun siksa-Nya.[3]
Dan orang-orang Yahudi bertanya dengan maksud menguji kebenaran Nabi Saw
apakah jawabannya akan sama dengan yang tercantum dalam kitab Taurat, bahwa
soal hari kiamat itu sesungguhnya berada di tangan Allah. Nabi Muhammad Saw
disuruh menjawab bahwa sesungguhnya yang memberitahukan kepada Muhammad tentang
kapan datangnya hari kiamat itu dan boleh jadi telah dekat waktunya.[4]
“Bertanya kepada engkau manusia tentang hari kiamat.” (pangkal ayat 63).
Dalam Al Qur’an hari kiamat sering disebut dengan “as-Sa’at”, dalam ayat ini
pun ditulis SA’AT, tetapi kita artikan dengan yang senantiasa orang artikan
yaitu hari kiamat. Di pangkal ayat ini dikatakan bahwa manusia bertanya kepada
Nabi tentang kapan terjadinya SA’AT atau hari kiamat. Al-Qurthubi mengatakan
dalam tafsirnya bahwa hal ini merupakan salah satu gangguan atau hal yang
menyakiti hati Nabi. Yaitu saat Rasullulah Saw menerangkan bahwa barangsiapa
yang mendurhakai tuhan, yaitu orang kafir, orang yang menyekutukan Allah, di
hari kiamat mereka akan masuk neraka. Dalam surat-surat pendek yang telah
diturunkan di Mekkah banyak diceritakan tentang kehebatan hari
kiamat itu seperti surat Al Qari’ah, Az Zilzalah, Al Haqqah dan At Takwir.
Ketika Nabi membacakan surat-surat tersebut diantara mereka yang menentang Nabi
dengan pertanyaan : “Bila itu akan kejadian, berapa tahun lagi?” Dan berbagai
pertanyaan yang menyerupai itu. [5]
قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ
اللَّهِ
Qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indallahi = Katakanlah: “Hanyalah Allah yang
mengetahuinya.”
Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya disisi
Allah, yang ilmunya meliputi segala sesuatu dan tidak memberitahukan tentang
hari kiamat kepada seorang malaikat yang didekatkan sekalipun, serta tidak pula
pada seorang Nabi yang diutus.[6]
Dalam firman-Nya: لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ada juga ulama yang memahaminya dalam
arti boleh jadi kiamat itu sudah dekat, boleh jadi juga masih jauh, engkau Nabi
Muhammad sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara ulama berpendapat bahwa
kalimat وَمَا يُدْرِيكَ yang menggunakan kata kerja bentuk
mudhari’ atau masa kini dan dating digunakan Al Qur’an untuk sesuatu yang sama
sekali dan kapan pun tidak dapat diketahui waktu oleh Nabi Muhammad Saw, yaitu
waktu kedatangan hari kiamat.[7]
Selain kemungkaran orang-orang kafir terhadap Hari Kiamat yang dijelaskan
dalam ayat Al Qur’an diatas, diterangkan pula dalam surat Yasin ayat 48-51.
Dalam ayat ini juga menerangkan penegasan bahwa Hari Kiamat itu benar adanya.
وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨)مَا يَنْظُرُونَ إِلا
صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩)فَلا يَسْتَطِيعُونَ
تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠)وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا
هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١)
Artinya :
48.
dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika
kamu adalah orang-orang yang benar?".
49.
mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja (Maksudnya: suara tiupan
sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini) yang akan membinasakan
mereka ketika mereka sedang bertengkar.
50. lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat
kembali kepada keluarganya.
51. dan ditiuplah sangkalala (Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang
kedua yang sesudahnya bangkitlah orang-orang dalam kubur), Maka tiba-tiba
mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
Pada ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan kemungkaran orang-orang kafir
terhadap hari berbangkit itu, bahkan mereka minta segera didatangkan dan
memperolok-oloknya. Kemudian dia menegaskan bahwa Hari Kiamat itu pasti datang,
akan datang tanpa mereka sadari dan pada hari kiamat mereka akan menyesali
sikap mereka itu. Tetapi sesal pada hari kiamat tidak ada gunanya.
Ayat 48 menjelaskan segi lain dari sifat-sifat jelek kaum yang ingkar
adalah tidak percaya pada Hari berbangkit sesudah mati. Apabila dikatakan pada
mereka bahwa mereka kelak akan dibangkitkan kembali sesudah mati untuk
mempertanggung jawabkan perbuatan mereka selama di dunia, maka mereka menjawab
denagn sikap mengejek : “Bilakah janji itu akan terlaksana?”. Demikian keadaan
kaum yang ingkar, hati mereka tidak lagi terbuka untuk menerima kebenaran.
Penyesalan mereka barulah kan timbul setelah mereka menghadapi kenyataan
tentang apa yang dulunya mereka ingkari.[8]
Kemudian ayat 49 berkomentar, “mereka tidak menunggu melainkan satu
teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar”.
Ini bermakna bahwa kiamat datang secara mendadak tanpa mereka sadari. Al
Bukhari dan muslim mengeluarkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah, bahaw
Rasulullah bersabda :
“Kiamat benar-benar terjadi ketika dua orang laki-laki baru saja menebarkan
selembar kain diantara mereka berdua, maka tak sempat keduanya melakukan jual
beli dan tak sempat juga keduanya melipat kain tersebut. Kiamat benar-benar
terjadi ketika seorang laki-laki tengah membuat kolamnya dan ia belum sempat
mengisinya dengan air. Kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang memeras susu
kambingnya dan ia belum sempat meminumnya. Dan kiamat benar-benar terjadi
ketika seseorang telah mengangkat makanan ke mulutunya dan ia belum sempat
memakannya.”(Hadits riwayat Bukhari Muslim)[9]
Kata صَيْحَةً pada mulanya berarti suara keras yang
keluar dari kerongkongan untuk meminta bantuan atau menghardik. Al Qur’an
menggunakan kata tersebut dalam arti suara yang diakibatkan oleh gempa atau
halilintar. Sementara ulama memahami kata tersebut disini dalam arti teriakan
malaikat Israfil ketika ia meniupkan sangkakala.
Kata يَخِصِّمُونَ terambil dari kata خِصَام yakni pertengkaran.
Pertengkaran dimaksud adalah pertikaian menyangkut urusan kenikmatan duniawi
sambil melengahkan urusan ukhrawi. Ini jika teriakan yang dimaksud adalah teriakan
malaikat Israfil. Ibn ‘Asyur memahami pertengkaran ini menyangkut cara
menghadapi kaum muslimin yang bermaksud merampas harta dagangan mereka di Badr
atau siapa yang ditugaskan untuk menghadapi aneka bahaya dan dalam keadaan
mereka bingung antara percaya dan tidak.[10]
“Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun.” (pangkal ayat 50). Tidak
sempat lagi membuat surat wasiat atau meninggalkan pesan wasiat untuk orang
yang tinggal; “Dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.” (ujung ayat
50). Sebab dimana mereka mendengarkan suara pekik yang dahsyat itu, disitu pula
mereka akan mati.
Meskipun kiamat yang besar dengan pekik yang dahsyat bunyinya itu tidak
diberitahukan terlebih dahulu kapan terjadinya, namun hal-hal yang menyerupai
itu sudah banyak sekali terjadi dalam kehidupan manusia. Terutama di zaman
modern ini. Orang sudah mudah dan cepat sampai di suatu negeri yang dituju
dengan naik kapal udara atau pesawat. Namun berkali-kali kejadian pesawat
terbakar, atau menabrak bukit, atau rodanya tidak turun yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan sehingga para korban tidak sempat meninggalkan wasiat
atau pulang ke rumah.[11]
Pada ayat 51 mengungkapkan apa yang akan terjadi sesudah kematian
makhluk atau manusia akibat teriakan tersebut. Yaitu bahwa : Dan ditiuplah
sangkakala oleh malaikat Israfil sekali lagi, maka serta merta mereka semua
dengan segera dan tanpa kuasa mengelak langsung bangkit dari kubur mereka
masing-masing menuju Tuhan yang memelihara dan berbuat baik kepada mereka. Lalu
merela berjalan keluar dengan cepat dan penuh kesungguhan. Manusia yang ketika
hidupnya di dunia mengingkari hari kebangkitan sungguh terperajat dan takut,
apalagi setelah melihat siksa yang menanti para pendurhaka nanti di neraka.[12]
Siksa atau balasan bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir akan
mereka dapatkan pada saat di dunia maupun akhirat. Bahwa mereka dikutuk
dan dihinakan serta dibunuh yang dilanjutkan dengan siksa di akhirat
kelak. Seperti dalam QS. Al A’araf ayat 167.
وَإِذْ
تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ
يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ
لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (١٦٧)
167. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa Sesungguhnya Dia
akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang
yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya
Tuhanmu Amat cepat siksa-Nya, dan Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
Disini Allah menerangkan bahwa Dia telah menetapkan atas semua umat Yahudi
sebagai bangsa yang hina dan rendah sampai hari kiamat untuk hukuman atas
perbuatan-perbuatan mereka. Dan ini memang sudah menjadi Sunnatu ‘I-Lah dalam
menghukum bangsa-bangsa manapun yang tidak mematuhi perintah dan melanggar
perintah-perintah agama-Nya. Sunnah itu sebagaimana yang ditimpakan kepada umat
Yahudi, juga yang ditimpakan pada bangsa-bangsa lain yang tidak berhenti dari
kesesatannya. Bahkan semakin merajalela dalam melakukan kejahatan dan
kesesatan.[13]
Siksa bagi orang-orang yang zalim seperti bangsa Yahudi dan orang-orang
kafir lainnya di akhirat dijelaskan juga dalam QS. Hud ayat 105-106.
يَوْمَ
يَأْتِ لا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ (١٠٥) فَأَمَّا
الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ (١٠٦)
105. di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara,
melainkan dengan izin-Nya; Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang
berbahagia.
106.
Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya
mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),
Hari kiamat memang belum datang, tetapi saat hari itu datang, tidak ada
satu jiwa pun, baik yang taat apalagi yang durhaka, yang boleh berbicara
melainkan dengan seizin-Nya; maka diantara mereka ada yang celaka dan ada juga
yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka tempat mereka di dalam neraka.
Dan bagi mereka di dalamnya embusan dan tarikan napas yang sangat sulit, yakni
rintihan yang sangat mengenaskan.
Kata زَفِيرٌ bermakna
embusan pengeluaran napas yang dengan mendorongnya secara keras disebabkan
sesaknya dada dan sulitnya bernapas. Sementara ulama berpendapat bahwa kata ini
diambil dari kata az-zafr yang berarti beban berat di punggung. Sedang
kata شَهِيقٌ adalah
lawannya, yaitu upaya yang keras untuk memasukkan udara ke dalam dada. Ini
terambil dari kata yang bermakna tinggi. Menarik dan mengembuskan napas yang
dikemukakan di atas boleh jadi karena merintih kesakitan karena kesedihan yang
mendalam. Keduanya tepat untuk penghuni neraka.[
Maksud dari ayat diatas adalah orang-orang yang di dunia karena mereka
melakukan perbuatan-perbuatan celaka, akibat akidah mereka yang rusak secara
turun-temurun dan mengikuti teladan buruk dalam beramal, sehingga mereka
diliputi oleh kesalahan yang membuat padam cahaya fitrah dari jiwa mereka. Maka
mereka mendesah napas dan menangis tersedu-sedu di dalam neraka, yang merupakan
tempat mereka tinggal dan tempat kembali karena kesusahan yang tersimpan dalam
dada dan sempitnya jiwa mereka, serta beratnya kesengsaraan.
Mereka tinggal di dalam neraka untuk selama-lamanya, seabadi langit yang
manaungi mereka dan bumi yang menjadi pijakan mereka. Sedang yang dimaksud
bahwa mereka tinggal dalam neraka secara abadi yang tiada kesudahannya.[15]
6. OTW
FASE MENUJU HARI KIAMAT
Sumber : (alasmuni.wordpress)
Urutan waktu dan peristiwa-peristiwa
yang sedang kita nantikan, seperti terlihat di bawah ini:
PERANG AKHIR ZAMAN (ARMAGEDDON)
Secara tekstual, tidak satu haditspun
yang menyebut lafadz Armageddon. Jika yang dimaksud dengan Armegeddon adalan
perang persekutuan Internasional yang mencakup agama dan politik, maka sabda
nabi yang mengisyaratkan akan hal itu adalah “Kalian akan mengadakan perdamaian
dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka
melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan
mendapatkan harta rampasan perang.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, Abu Daud, lbnu Majah. dishahihkan oleh Al Albani)
MUNCULNYA IMAM MAHDI
Nama beliau Muhammad bin Abdullah Al
Mahdi Al Fathimi Al Quraisy. Beliau adalah keturunan Rasullulah dan termasuk
salah satu Khulafaur Rasyidin.
Imam Mahdi Al Muntadzar bukanlah
sebagaimana yang diklaim oleh kelompok Syi’ah yang pernah masuk ke gua Sardeb saat
berusia 5 tahun dan akan keluar di akhir jaman. Beliau adalah keturunan
Rasulullah sebagaimana yang banyak disebutkan dalam banyak hadits shahih.
Beliau menetap di bumi antara 7
sampai 9 tahun, memerangi musuh-musuh Islam dan fitnah Dajjal. Imam Mahdi
muncul dan arah timur, kemunculannya dimasa perjanjian damai antara kaum
muslimin dengan bani Ashfar, hingga akhirnya mereka mengkhianati kaum muslimin,
selanjutnya beliau menjadi pimpinan tertinggi dalam seluruh pertempuran
berikutnya.
Beliau muncul saat wafatnya seorang
khalifah, kemudian ia keluar menuju Makkah dan di kejar-kejar oleh satu pasukan
dari umat Muhammad, hingga apabila sampai disebuah tempat yang bernama Al
Baida, pasukan itu ditelan bumi. Kemudian Imam Mahdi di bai’at oleh kaum
muslimin antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim.
Rasulullah bersabda: “ Jika kamu
melihatnya maka berbai’atlah walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia
adalah khalifah Allah al Mahdi (HR Ibnu Majah, shahih).
Dengan demikian keberadaan Imam Mahdi
belum bisa diketahui hingga ada satu pasukan yang mengejar seorang Arab, namun
Allah menenggelamkan mereka di Al Baida’. Dengan begitu dapat dipastikan bahwa
yang dikejar-kejar adalah Imam Mahdi, higga berbondong bondong kaum muslim
memaksanya untuk dibai’at.
Hadits-hadits tentang Imam Mahdi:
“Al Mahdi adalah dari golongan kami,
ahli bait. Allah akan mengishlahnya hanya dalam satu malam”. (HR. Ahmad: 2:58,
Ibnu Majah: 2:1367).
“Al Mahdi adalah keturunanku, lebar
dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan
sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan penganiayaan. Ia akan
berkuasa selama tujuh tahun” (HR. Abu Daud 11:375. Al Hakim: 4:557, shahih).
Imam Mahdi adalah Khallfah Rasyidah
‘ala Nahji Nubuwah yang dijanjikan oleh nabi akan muncul di akhir zaman.
Dalam hal ini sebagian ulama berbeda
pendapat tentang Khilafah Rasyidah terakhir, apakah ia Imam Mahdi ataukah
lainnya, namun dengan mengkompromikan antara hadits Imam Mahdi dan Khaliafah
‘ala Nahjin Nubuwah, sebagian ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi adalah
Khilafah ‘ala Nahji Nubuwah itu sendiri. Hadits tersebut adalah dari Qais bin
Jabir Ash Shadafi dari ayahnya dari kakeknya secara marfu’.
”Setelah zamanku, akan muncul para
khalifah, di mana setelah para khalifah akan muncul pada akhir dan setelah para
amir akan muncul para raja. Setelah para raja akan muncul para diktator,
kemudian muncullah seorang laki-laki yang berasal dari umatku yang akan
memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kedzaliman
…” (HR. Thabrani dalam Al Kabir, lbnu Mandah, Abu Na’im dan Ibnu Asakir, juga
disebutkan oleh lbnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Juz 13, Kitab Al Ahkam
halaman 214)
Hadits hadits tentang Imam Mahdi
mencapai derajat mutawatir maknawi.
PERANG MELAWAN SEMENANJUNG ARABIA
Mereka adalah suku Quraisy yang
dipimpin oleh seorang laki-laki yang bernama Sufyani, di mana ia meminta
bantuan kepada suku para pamannya, yakni suku Kalab. Namun Imam Mahdi berhasil
mengalahkan mereka.
Sabda Nabi: “Kamu akan memerangi semenanjung
Arabia, lalu Allah akan menaklukkan nya untukmu. Setelah itu Persia, dimana
Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan
menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi dajjal, dan Allah akan
menaklukkannya untukmu”. (HR Muslim).
Peperangan ini terjadi pada masa
pengkhianatan Rum dan ketika mereka sedang mengumpulkan kekuatan untuk
memerangi kaum muslimin.
PERANG MELAWAN PERSIA
Rasulullah bersabda: ”Kalian akan
memerangi negeri Persia, dan Allah akan menakluk kannya untukmu”. (HR Muslim)
Menurut sebagian pendapat mereka
adalah kelompok Syi’ah Iran (Persi) yang merupan musuh Ahlul Sunnah. Kaum
Syi’ah merasa jengkel karena Imam Mahdi yang muncul bukan salah satu dari imam
12 yang dijanjikan kepada mereka. Mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi dan
pasukannya, namun dalam peperangan ini, Imam Mahdi berhasill mengalahkan
mereka.
PENGKHIANATAN RUM DAN KEDATANGAN
MEREKA UNTUK MENYERANG
Kaum Rum menghianati kaum muslim
setelah perang akhir zaman, mereka menyusun makar untuk menyerang kaum muslimin
dengan mengerahkan 80 bendera yang masing masing masing bendera terdiri dari
12.000 tentara.
Rasulullah bersabda: “Kalian akan
mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan
berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian
selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian
akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit- bukit. Maka
berdirilah seorang laki laki dari kaum Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan
berkata, “Salib telah menang”. Maka datanglah kepadanya seorang laki-laki dari
kaum muslimin dan membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan
terjadilah, di mana mereka akan menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan tiap-tiap
bendera terdapat 12.000 tentara”. (Diriwaytkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu
Majah, di shahihkan oleh Albani dalam mentahqiq hadist-hadist misykat No.
5452).
MALHAMAH KUBRA
Ini merupakan pertempuran terdahsyat
yang terjadi antara kaum muslimin dengan Rumawi. Dalam pertempuran ini kedua
belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan senjata modern, namun hanya
menggunakan kuda dan pedang. Karena seluruh senjata modern musnah dalam
peristiwa perang besar Akhir zaman (Armageddon).
Pertempuran besar (Al Malhamah Kubra)
terjadi di sebuah daerah yang bernama Ghutah dekat Damasykus, di mana tempat
itu menjadi pusat kaum muslimin saat itu. Perang ini dipimpin langsung oleh
Imam Mahdi. Kaum Rum bergerak menuju Syiria dan turun di kota A’maq atau Dabiq,
dalam sebuah kumpulan tentara dengan 80 bendera, setiap bendera terdapat 12.000
tentara.
Perang Al Malhamah Kubra terjadi
selama 4 hari berturut turut, 1/3 dan kaum muslimin melarikan diri dari
pertempuran, yang mana dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah. Dan 1/3 lagi
mendapatkan syahid, dan sisanya yang 1/3 akan mendapatkan kemenangan yang mana
mereka tidak akan tersesat untuk selama amanya. (Shahih Muslim dalam Al Fitan
wa Asyratus sa’ah 18/21-22).
Dalam hadits lain disebutkan, “Pada
waktu pertempuran itu akan terjadi kemurtadan yang sangat banyak. Kemudian kaum
muslimln maju dengan suatu pasukan depan yang berani mati (syurthah), yang
tidak akan mundur kecuali dalam keadaan menang. Lalu mereka terus bertempur
hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta
rampasan perang, hingga tidak ada yang di/katakan sebagai pihak yang menang,
dan akhirnya pasukan muslimin itu hancur. Kemudian kaum muslimin maju dengan
satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang mereka
terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka setiap pihak
mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai
pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu hancur. Kemudian kaum
muslimin maju dengan satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali
dalam keadaan menang, mereka terus bertempur sampai senja. Maka setiap pihak
mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai
pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu hancui. Maka ketika telah
sampai hari ke empat, bangkitlah seluruh umat Islam, lalu Allah menimpakan
bencana terhadap mereka (kaum Rum) dan terbunuhlah meneka dengan dahsyatnya,
hingga tidak pernah dilihat oleh orang sebelumnya. Sehingga apabila bunung melewati
kawasan mereka, maka burung itu akan mati sebelum melewati mereka”. (HR. Muslim
dari Jabir)
PENAKLUKAN KONSTANTIN
Keunikan peristiwa ini adalah
ditaklukkannya Konstantin tanpa menggunakan pedang dan panah, namun hanya
menggunakan tahlil dan takbir. Peristiwa ini terjadi berbarengan dengan
munculnya Dajjal.
Rasulullah bersabda: “Apakah kalian
pernah mendengar suatu kota yang sebagiannya terletak di darat dan sebagiannya
di laut?” Para sahabat menjawab, “Pernah wahai Rasulullah”. Beliau berkata,
“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari
Bani Ishaq. Ketika mereka telah di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka
tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu anak panahpun.
Mereka hanya berkata Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka jatuhlah salah satu
bagian dan kota itu. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa ilaaha ilallah
wallahu akbar, maka jatuhlah bagian yang lain. Kemudian mereka berkata lagi Laa
ilaaha ilallah wallahu akbar, maka terbukal/ah semua bagian kota itu. Lalu
mereka memasukinya. Ketika mereka telah membagi-bagikan harta rampasan perang,
tiba tiba datanglah seseorang yang berteriak, “Sesungguhnya Dajjal telah
keluar”. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu (dari ghanimah itu) dan
kembali”. (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah).
MUNCULNYA DAJJAL
Ia keturunan Adam, tubuhnya gemuk,
kulitnya merah, rambutnya keriting dan lebat, matanya buta sebelah, seperti
buah anggur yang tersembul. Di antara kedua matanya terdapat tulisan ka fa ra.
Sifat sifat inilah yang sangat nampak, sehingga jika ia muncul maka setiap
orang yang beriman akan mengenalinya dan tidak terfitnah olehnya.
Ia merupakan fitnah terbesar yang
akan dihadapi kaum muslimin. Tidak ada fitnah yang lebih dahsyat darinya. Masa
hidup Dajjal di bumi untuk menebar fitnah adalah 40 hari. Satu hari pertama
seperti setahun, satu hari kedua seperti satu bulan dan satu hari ketiga
seperti satu pekan, hari berikutnya sama seperti hari-hari biasanya.
Dajjal akan keluar dari arah Timur,
dari Khurasan kampung Yahudiyah kota Ashbahan, ia akan keluar mengembara ke
seluruh penjuru dunia. Ia akan keluar bersama 70.000 Yahudi yang menggunakan
pakaian jubah tidak berjahit. Maka tidak ada satupun negri yang tidak
dimasukinya kecuali Makkah dan Madinah, karena kedua kota itu selalu dijaga
oleh Malaikat.
Di antara fitnah Dajjal adalah:
Ia akan membawa surga dan neraka di
tangannya, sehingga banyak orang yang tertipu. Sesungguhnya surga Dajjai adalah
Neraka Allah yang amat panas, sedangkan neraka Dajjal adalah Surga Allah yang
dingin. Rasulullah mengingatkan jika kita melihatnya agar memejamkan mata dari
memasuki nerakanya, karena yang nampak sebenarnya adalah air yang dingin. (HR.
Muslim: 18:61).
Dajjal akan melewati seluruh negri,
setiap tempat yang dilewatinya lalu penduduknya beriman kepadanya, maka negni
tersebut akan subur dan tumbuh tanaman dan binatang ternaknya. Namun jika
penduduknya mengingkaninya, maka Dajjal akan menjadikan negri tersebut gersang,
kering, tumbuhan dan binatang ternaknya mati kelaparan.
Rasulullah memenintahkan kita untuk
berdoa memohon perlindungan dari Dajjal, di antaranya dengan membaca 10 awal
dan akhir dari surat Al Kahfi, atau masuk ke kota Makkah dan Madinah atau naik
ke puncak puncak gunung.
TURUNNYA ISA DAN TERBUNUHNYA DAJJAL
Tatkala Dajjal melihat Isa, maka
tubuhnya meleleh seperti melelehnya garam dalam air, kemudian ia tenbunuh oleh
nabi Isa dengan pedangnya di pintu Lodd. (Majma’u Zawaid: 7:344)
Rasulullah menggambankan
ciri-cirinya, ia bertubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, berkulit merah
dan berbulu, dadanya bidang, rambutnya lurus seperti orang yang baru keluar dari
pemandian, dan rambutnya itu sampai di bawah ujung telinga yang disisir rapi
dan memenuhi kedua pundaknya. (Tanda Tanda Kiamat, Yusuf Wabil: 251)
Nabi Isa akan tunun ke dunia di
menara timur Damsyiq, di saat kaum muslimin hendak mengerjakan shalat berjama’ah.
Turunnya Isa dengan diapit dua malaikat (beliau meletakkan kedua tapak
tangannya di sayap dua malaikat). Ia mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan
minyak waras dan za’faran. Bila beliau menundukkan kepala, maka turunlah
rambutnya (seperti tetesan air) dan bila diangkat kelihatan landai seperti
mutiara. Tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali ia akan mati, dan
nafasnya itu sejauh pandangan matanya. (HR. Muslim Bab Dziknud Dajjal: 18
167-68)
Beliau turun pada kelompok yang
diberi pertolongan Allah, yaitu saat shalat sedang diiqamati, lantas beliau
shalat di belakang kaum muslimin bersama Imam Mahdi. Setelah mengerjakan
shalat, beliau memimpin perang melawan Dajjal yang diikuti oleh 70.000 Yahudi.
PERANG MELAWAN YAHUDI
Perang ini merupakan perang terakhir
antara kaum muslimin dengan orang orang Yahudi. Dalam perang ini pemimpin
mereka “Dajjal” terbunuh, hingga seluruh Yahudi juga akan terbunuh sebanyak
70.000 orang.
Rasulullah bersabda: “Tidak akan
terjadi hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh
mereka, sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu,
lantas batu dan kayu itu berkata, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini
ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah ia”, kecuali pohon
Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
PENAKLUKAN ROMA
Sesuai dengan sabda Nabi bahwa bangsa
Roma ditaklukkan setelah penaklukan Konstantinopel. (HR. Ahmad :2/176). Adapun
perang menaklukkan Turki dan Roma, terjadi setelah itu. Nabi bersabda, Tidak
akan datang kiamat sehingga kamu akan memerangi bangsa Khuz dan Karman dari
kalangan Ajam (non arab), yang wajahnya kemerah-merahan, pesek hidungnya, sipit
matanya dan mukanya seperti perisai yang lengkung. (HR. Bukhari, Bab Alamah
Nubuwwah: 6/604)
PERANG DENGAN BANGSA TURK
Ada yang berpendapat bahwa bangsa
Turk saat ini orang-orang China, Rusia, Jepang, Mongol dan yang sejenis dengan
mereka. Rasulullah bersabda tidak akan terjadi Kiamat sehingga kamu memerangi
kaum yang terompah mereka terbuat dan bulu, dan sehingga kamu memerangi bangsa
Turk yang bermata sipit, bermuka merah, berhidung pendek (pesek), mukanya
seperi perisai yang lengkung”(HR. Bukhari: 6/604)
MUNCULNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ
Mereka adalah keturunan Yafidz, ayah
Tark, dari Nabi Nuh (An Nihayah: 152-152). Mereka turun ke dunia untuk berbuat
kerusakan, tidak ada satupun manusia sanggup untuk melawannya, hingga akhirnya
nabi Isa berdoa kepada Allah agar membinasakan nya.
Mereka adalah suatu kaum yang buas
dan beringas yang akan turun dari yang tinggi. Saat mereka turun, mereka
mendatangi danau Thabariah dan meminum habis semua airnya. Saat itu Nabi Isa
dan kaum muslimin bertahan di gunung dan tidak mampu menghadapinya. Hingga Kaum
muslimin memohon kepada Nabi Isa untuk berdoa agar Allah membinasakan mereka.
Nabi Isa pun berdoa, akhirnya Allah mengirimkan ulat dari langit yang
menggerogoti tubuh mereka. Kaum Ya’juj dan Ma’juj pun mati seketika seperti
matinya seorang saja. Kemudian Allah mengirimkan air hujan hingga membawa
bangkai-bangkai mereka ke lautan.
Saat ini Kaum Ya’juj dan Ma’juj masih
berada di dalam dinding yang dulu pernah di bangun oleh Raja Dzulqarnain dengan
menggunakan besi dan tembaga yang dicor. Menurut sebuah riwayat, dinding
tersebut terletak di sebuah pegunungan Kaukakus antara Turki dan Rusia. Dan
dinding tersebut tidak akan hancur kecuali setelah datangnya janji Allah kepada
mereka, yaitu di akhir masa Nabi Isa dan Imam Mahdi. (Lihat Tanda- tanda
Kiamat: 273-285).
MASA-MASA AMAN
Masa masa aman ini mulai terjadi di
akhir masa kehidupan Nab Isa dan Imam Mahdi, yaitu setelah Nabi Isa
menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti dan melimpahkan harta
sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian (hibah). Kemudian Nabi Isa
memadamkan segala sebab peperangan, dan manusia akan hidup dalam suatu masa
yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Maka terhapuslah rasa iri, dengki dan
permusuhan, setiap binatang berbisa tidak lagi berbisa, hingga seorang anak
yang memasukkan tangannya ke mulut ular akan merasa aman, serigala yang bersama
domba tidak akan menerkam, binatang buas seperti singa dan lainnya akan menjadi
jinak, bumi akan menebarkan keberkahan dan menurunkan kebaikannya.
WAFATNYA ISA DAN IMAM MAHDI
Nabi Isa dan Imam Mahdi hidup satu
masa. Setelah tujuh tahun tinggal di dunia, maka Allah mewafatkan keduanya.
Mereka akan dishalati oleh orang-orang muslim. (HR Ahmad: 2:406, Fathul Bari:
6:493)
TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT
Sebelum terbitnya matahari dari
barat, ia akan didahului oleh waktu malam yang sangat panjang, hingga
disebutkan bahwa seorang muslim telah mengerjakan shalat malam hingga letih dan
telah tidur hingga pulas, namun subuh belum juga menjelang. Jika ini telah
dirasakan, pertanda bahwa esok pagi matahari akan terbit dan barat. Peristiwa
ini hanya terjadi satu hari, keesokannya matahari akan terbit sebagaimana
biasanya. (Lihat Fathul Bari Kitabur Riqaq juz II)
Rasulullah bersabda: “Tidak akan
terjadi Kiamat … hingga matahari terbit dari barat. Apabila matahari terbit
dari barat. maka berimanlah semua manusia. Maka saat itulah ketika iman
seseorang tidak bermanfa ‘at lagi bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu,
atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (HR. Bukhari
13:81-82)
KELUARNYA BINATANG BUMI YANG DAPAT
BERBICARA
Binatang tensebut akan keluar dari
Makkah Mukarramah, dari masjid yang terbesar (Majma’u Zawa’id: 6-8). Dia akan
keluar tiga kali, pertama di lembah, kemudian sembunyi, lalu keluar di suatu
desa, kemudian sembunyi dan yang ketiga akan muncul dari Makkah. (Tazkinah:
697)
”Dan apabila perkataan telah jatuh
atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan
mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada
ayat-ayat Kami”. (QS. An Naml : 82)
“Akan muncul binatang itu dengan
membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman, lalu memberi tanda kepada orang-orang
kafir”. (HR. Ahmad 15:79-82, shahih)
Binatang itu akan membeii tanda pada
setiap manusia, hingga nampak siapa yang beriman dan siapa yang kafir.
KELUARNYA ASAP
Asap ini akan menyebabkan seorang
mukmin seperti demam, sedang kepada onang kafira kan menyebabkan seperti
melepuh dan keluar asap dari telinganya (Tafsir Ath Thabani: 25/114)
Asap ini muncul sebagai peringatan
awal bagi orang-orang kafir, ia akan berjalan selama 40 hari dan meliputi
seluruh manusia.Oleh karena itu, setelah kemunculan asap ini, akan
datang angin yang lembut dari arah Yaman yang akan mencabut nyawa setiap orang
mukmin.
DATANGNYA ANGIN LEMBUT YANG BERTIUP
UNTUK MENGAMBIL ARWAH ORANG MUKMIN
Dalam sebuah hadits disebutkan,
“Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik, lantas menerpa mereka lewat
ketiak mereka, kemudian mengambil ruh tiap-tiap orang mukmin dan muslim, dan
tinggallah manusia manusia jahat yang keadaannya kacau balau seperti himar.
Maka pada zaman mereka itulah kiamat terjadi.” (HR. Muslim, Bab Dzikru Dajjal
18:70)
Angin ini datang dari arah Yaman, dan
dalam riwayat lain disebutkan dar arah Syam. Setelah kejadian ini tidak ada
lagi manusia yang menyebut lafadz Allah. Kejahatan menyebar di seluruh muka
bumi, sampai-sampai seseorang menerkam wanita dan menzinanya di tengah jalan,
sehingga orang terbaik saat itu berkata, alangkah baiknya jika aku melihat
wanita tersebut di balik tembok ini. Ia tidak mengingkari, namun menganjurkan
agar tidak mengerjakannya terang-terangan. (Lihat Majma’ Zawaid, 7:331).
PENGHALALAN BAITULLAH DAN
PENGHANCURAN KA’BAH
Peristiwa in terjadi setelah tidak
ada lagi seorang mukminpun di muka bumi. Setelah penghancuran ini Kabah dan
Baitullah tidak akan dimakmurkan lagi selama-lamanya. Yang menghancurkan Ka’bah
adalah seorang laki laki botak dari Habasyah bernama Dzu-Suwaiqataini. Ia
menghancurkan Ka’bah, merusak perhiasannya, melepas kiswahnya dan mengambil
batunya satu persatu dengan sekop dan cangkul. (Lihat Musnad Ahmad: 15/227,
Bukhari Bab Hadmil Ka’bah: 3/460, Silsilah Ahadits As Shahihah: 2/120
hadits no.579)
KEHANCURAN MADINAH DAN KELUARNYA
SELURUH MANUSIA DARINYA
Peristiwa ini terjadi menjelang
terjadinya goncangan dahsyat di tiga wilayah. Ia juga berdekatan dengan
peristiwa api besar yang akan menggiring manusia menuju mahsyar. Saat itu Kota
Madinah tidak lagi dihuni manusia, bahkan ada anjing atau srigala yang
memasukinya lalu kencing di tiang masjid atau di mimbar. Seluruh buah-buahan
pada waktu itu hanya dimakan burung burung dan binatang buas. Dalam sebuah
riwayat disebutkan, “Dan orang yang paling akhir dikumpulkan (oleh api menuju
mahsyar-ed) adalah dua orang pengembala dan Muzayanah yang hendak ke Madinah
dengan berteriak-teriak mencari kambingnya, kemudian ia menjumpai kambingnya
yang ternyata sudah menjadi liar”. (HR. Bukhari :4/89-90) . Lihat : Al
Muwaththa 2/888.
PEMBENAMAN BUMI DI TIMUR, BARAT DAN
TANAH ARAB
Ketiga tanda ini tidak akan dialami
oleh orang mukmin, karena mereka telah wafat sebelumnya disebabkan angin yang
datang dari arah Yaman. Sesungguhnya kiamat
baru akan terjadi pada seburuk-buruk
manusia.
MUNCULNYA API YANG MENGGIRING MANUSIA
KE MAHSYAR
Rasulullah bersabda: “Dan yang
terakhir adalah api yang keluar dari Yaman dan menggiring manusia ke tempat
berkumpul mereka” (HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah: 18:27-29)
Api tersebut tidak akan membiarkan
seorang kafirpun, akan tetapi ia akan menggiring manusa menuju Mahsyar dengan
sejadi-jadinya. Maka barang siapa yang terlambat di belakang, ia akan terbakar.
Api tersebut akan menggiring mereka ke bumi Mahsyar di Syam. Dalam hal ini
manusia menjadi tiga kelompok, ada yang penuh harapan, mereka makan dan
berpakaian, satu lagi berjalan dan berlari, dan satu lagi akan terseret mukanya
dan digiring ke api. (HR. Ahmad:5/164-165)
BERDIRINYA KIAMAT, PENIUPAN
SANGKAKALA DAN KEHANCURAN ALAM SEMESTA
Pada tiupan pertama, hancurlah
seluruh alam semesta inii dengan seluruh isinya. Allah berfirman, “Dan
ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada di langit dan di bumi
kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
PENIUPAN KEDUA DAN KEBANGKITAN
SELURUH MAKHLUK SERTA
BERKUMPULNYA MEREKA DI MAHSYAR
Pada tiupan kedua, bangkitlah seluruh
makhluk untuk bersiap-siap memasuki alam padang Mahsyardi akhirat.
Terompet atau sangkakala adalah
seruling yang bentuknya seperti tanduk besar yang siap ditiup oleh malaikat
Israfil yang menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya. Tiupan yang pertama
adalah untuk mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah.
“Dan ditiuplah sangkakala maka
matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh
Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
Tiupan ini akan menimpa seluruh alam
dengan guncangan yang keras dan hebat, sehingga merusak seluruh susunan alam
yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata dan melumat bumi dengan
selumat-lumatnya, membuat laut saling beradu dan mengeluarkan api, bintang
bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda benda
di alam semesta, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti ketika awal
penciptaannya. Allah menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut
sebagaimana firman-Nya: “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari(ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua
wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan
segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal
sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras”. (QS.Al Hajj:1-2)
Sedangkan pada tiupan kedua adalah
tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia; “Dan tiuplah sangkakala (kedua),
maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb
mereka. (QS. Yaa Siin:51) .
Rasulullah bersabda, “Kemudian
ditiuplah sangkakala, di mana tidak seorangpun yang tersisa kecuali semuanya
akan dibinasakan. Lalu Allah menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang,
lalu tumbuhlah jasad manusia. Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali,
dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”. (HR Muslim) , lihat juga
Syah Lum’atul I’tiqad oleh Syaik Utsaimin).
Allahu A’lam bisshawab
Semoga
bermanfaat
Wassalamualaikum warohmatullohi
wabarokatuh..
Tujuh golongan yang akan mendapat
naungan Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1)
Pemimpin yang adil; (2) Pemuda yang tumbuh dewasa dalam ketaatan kepada Allah;
(3) Seorang yang hatinya terpaut dengan masjid; (4) Dua orang yang saling
mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya; (5)
Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan
lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allah’; (6)
Seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya
tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya, serta (7) Seseorang yang
berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya. –
Hadis
Komentar
Posting Komentar